Ahli Transportasi Teriak Soal Kebutuhan Tes Tabrak Di Indonesia

By | October 23, 2016


Jakarta, Unilinkrc.info –
Indonesia yaitu negara dengan pasar mobil terbesar di Asia Tenggara, ketimbang Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Kemampuan produksi industri mobil di Tanah Air juga telah mencapai 2 juta unit per tahun, tapi mengapa tak ada acuan standar keselamatan global layaknya negara yang lain yg dikenal juga sebagai produsen otomotif.

Leksmono Suryo Putranto, Guru Besar Transportasi Universitas Tarumanagara mengatakan, Indonesia telah saatnya milik lembaga atau fasilitas buat menguji tabrak mobil-mobil yg dipasarkan ke pasar domestik. Salah sesuatu persoalan tingginya risiko kecelakaan dulu lintas di jalan raya juga terkandung faktor rendahnya fitur keselamatan serta material konstruksi kendaraan, menurut penelitian Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Fasilitas uji tabrak sangat perlu, kenapa? Kalau kalian tak pernah melakukan crash test maka kalian tak pernah tahu seberapa besar kemampuan dari kendaraan buat mempertahankan bentuk strukturnya sehingga melindungi penumpang dan pengemudi saat terjadi tabrakan,” kata Suryo yg telah menyandang gelar profesor, dalam acara Indonesia Road Safety Award (IRSA), Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Tanpa ada standar test crash, maka pemerintah seolah mengabaikan tanggung jawab setiap merek yg memasarkan mobilnya di Indonesia, terhadap keselamatan konsumen. Setidaknya lewat tes ini, konsumen mengetahui seberapa besar risiko dampak kecelakaan seandainya situasi itu terjadi pada dirinya dan mampu menetapkan membeli mobil yg mana, sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Menurut Suryo, KNKT telah merekomendasikan fasilitas uji tabrak sejak lama ke pemerintah, namun hal ini belum terealisasi. Namun ia berharap, dalam waktu dekat negara mulai memiliki fasilitas ini. Bahkan, seharusnya fasilitas uji tabrak ini telah terpenuhi sejak dipasarkannya mobil murah di Indonesia.

“Kalau bicara mobil murah, Ayla-Agya mendapat rating cukup baik saat di tes di negara berkembang. Sebenarnya Indonesia wajib memiliki fasilitas tersebut, kalau pun alasannya karena faktor anggaran, pemerintah mampu mewajibkan ATPM bagi memiliki laboratorium sendiri yg nantinya disupervisi oleh pemerintah,” ucap Suryo yg juga menjabat Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kebijakan mengharuskan ATPM memiliki fasilitas uji tabrak dinilai Suryo sangat masuk akal, mengingat peran pemerintah sendiri adalah sebagai regulator.

“Pemerintah milik kewenangan buat seluruh kendaraan yg dijual di Indonesia, jadi harusnya kami mampu memiliki laboratorium yg memadai bagi pengujian,” kata Suryo lagi.

ASEAN NCAP Tes tabrak Suzuki Ertiga.

Punya Malaysia

Uniknya, meskipun bukan tercatat sebagai pasar atau produsen mobil terbesar di Asia Tenggara, Malaysia justru telah milik fasilitas tes tabrak di negaranya. Yaitu lewat New Car Assesment Program for South East Asia (ASEAN NCAP), sebuah lembaga independen yg perhatian dengan kualitas keamanan produk otomotif.

Laboratorium ini melakukan serangkaian uji mencoba pada produk-produk kendaraan penumpang yg dipasarkan dalam lingkup ASEAN, termasuk Indonesia. Pengujian dikerjakan dengan menabrakkan kendaraan dalam kecepatan 64 kpj. Melalui sensor yg terdapat di berbagai titik, didapat pengukuran keselamatan dengan rating tertinggi 5 bintang dan terendah tak mendapat bintang. Standar yg sama yg digunakan lembaga serupa (NCAP) di regional belahan dunia lain, seperti Amerika, Eropa, dan Australia.

Beberapa produk kendaraan yg memiliki angka penjualan cukup besar di Tanah Air pernah di tes pada laboratorium ini, termasuk kendaraan low cost and green car (LCGC). Segmen yg hadir bagi memenuhi regulasi pemerintah ini juga menawarkan keamanan dalam produknya. 

Hasil tes baik didapat dari kendaraan yg menyertakan fitur keselamatan lengkap pada produknya seperti airbag pada penumpang dan pengemudi, sabuk bagi penumpang, fitur keselamatan bagi anak-anak serta sistem pengereman dengan teknologi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Stability Control (ESC).

Berikut hasil pengetesan produk LCGC yg di tes di laboratorium ASEAN NCAP.

Segmen LCGC

Model

Rating (Penumpang dewasa | Anak-anak)

Toyota Agya

4 bintang | 4 bintang

Daihatsu Ayla

4 bintang | 4 bintang

Daihatsu Ayla non Airbag

1 bintang | 2 bintang

Datsun Go

2 bintang | 2 bintang

 

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply