AISI Teguh Tentang Tuduhan Kartel KPPU

By | September 7, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Persis seperti pernyataan sebelumnya, Mei lalu, Ketua Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gunadi Sindhuwinata tetap berpendapat tak ada kartel antara Honda dan Yamaha.

Hal itu diungkapkan Gunadi kepada wartawan ketika rehat sidang lanjutan dugaan kartel Skutik 110-125cc di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (6/9/2016). Agenda sidang mendengarkan informasi Gunadi sebagai saksi yg dihadirkan oleh tim investigator KPPU.

“Kami memang tak mulai berubah karena itu memang kenyataannya. Tidak mungkin aku menyampaikan tiba-tiba ada‎,” kata Gunadi.

“Kalau KPPU ada bukti baru ya kalian hanya menyampaikan bahwa ini tak sesuai kenyataan. Pertimbangan itu nanti kembali ke majelis hakim,” ucap Gunadi

Febri A/Unilinkrc.info Ketua AISI tengah memberikan penjelasan dalam majelis hakim, dugaan praktik kartel antara Yamaha dan Honda di Kantor KPPU, Selasa (6/9/2016).

 

Bawah tangan?

Dalam sidang Gunadi menjawab AISI tak menghimpun data harga produk masing-masing anggotanya. Itu berarti AISI Tidak mampu mengontrol ketetapan harga.

Satu asumsi yg muncul Honda dan Yamaha bergerak memutuskan harga jual tanpa sepengetahuan AISI. Gunadi tak dapat memastikan hal itu tak terjadi, namun dikatakan dari banyak parameter beberapa merek yg bermusuhan dari “buyut” ini tak terbukti menjalin Kerja sama seperti diduga KPPU.

“Apapun juga mulai muncul ke permukaan, dalam arti pasar itu terjadi konglomerasi yg dibagi-bagi antar merek‎. Tapi itu kan tak terjadi, mau di bawah tangan atau mau di bawah apapun tak mungkin karena buktinya tak ada di pasar,” jelas Gunadi.

“Saya lihat untuk apa mereka bersaing begitu ketat, buang uang begitu banyak bagi merebut pasar ternyata di belakang mereka bergandengn tangan‎,” kata Gunadi lagi.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply