Antara Gaung Sepeda Motor Listrik Dan Kejenuhan Pasar

By | November 4, 2016


Jakarta, Unilinkrc.info
– Industri sepeda motor nasional tengah terimpit beberapa isu besar, terkait perkembangan teknologi listrik dan kejenuhan pasar. Meskipun, moda transportasi beberapa roda ini masih menjadi andalan masyarakat di tengah minimnya kemampuan pemerintah menyediakan moda transportasi yg aman, nyaman, terjangkau, dan mampu diandalkan.

Soal teknologi sepeda motor listrik, Menteri Perindustrian Republik Indonesia IR Airlangga Hartarto mengatakan, persiapan tengah dilakukan. “Motor listrik dari industrinya baru bersiap di 2018, jadi kalian lihat saja nanti bagaimananya,” ucap Airlangga di sela peresmian Indonesia Motorcycle Show (ImoS) 2016, di Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2016).

Seperti diketahui, perusahaan lokal Garansindo bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya tengah menyiapkan sepeda motor listrik, Gesits.  Prototipe telah diluncurkan, bersiap diujicoba, dan milik target pemasaran akan 2017.

Baca: Ekspor Motor Indonesia Tak Sampai Secuil Pasar Domestik

Namun, melihat sekilas peserta pameran di IMoS 2016, hanya Honda yg memajang sepeda motor listrik. Sedangkan merek peserta lain, masih mengandalkan model-model baru dengan bekal mesin konvensional.

Soal kesiapan infrastruktur menyambut era sepeda motor listrik, Airlangga mengaku tak terlalu khawatir, karena masyarakat mampu memanfaatkan rumah tangganya masing-masing. Tetapi, sebagai produk alternatif dari sepeda motor mesin konvensional.

“Listrik-kan dapat gunakan rumah masing-masing, jalanan bersiap dengan motor listrik, masalahnya ketika ini adalah dari segi harga. Kalau teknologinya dapat lebih murah lagi, maka motor listrik mampu jadi salah sesuatu alternatif buat bahan bakar minyak (BBM),” ujar Airlangga.

Ketika ditanya soal insentif dari pemerintah, Airlangga mengaku masih mau memantau seberapa jauh kesiapan industrinya di masa mendatang.

Setyo Adi/Otomania Honda menjadi satu-satunya merek yg pamer “bebek” berteknologi listrik di ImOS 2016.

Kejenuhan Pasar

Tahun ini, pasar sepeda motor diprediksi mulai jalan di tempat, dengan target penjualan hanya 6 juta unit. Sebagian kalangan menilai kalau industri sepeda motor telah akan mencapai titik jenuh pasar di Indonesia. Tetapi, nada optimistis tetap dilontarkan Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata.

“Indonesia pemain ketiga terbesar di dunia setelah China dan India dalam industri roda dua. Tahun ini stagnan namun di tahun-tahun ke depan mulai ada peningkatan terutama bagi pasar dalam negeri dan ekspor yg membesar,” ucap Gunadi.

Gunadi bercerita, ketika ini rasio kepemilikan sepeda motor dalam negeri masih dianggap rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Jumlah sepeda motor yg tercatat ketika ini mencapai 90 juta unit berbanding dengan 200 juta penduduk. Artinya masih 1:3 antara jumlah sepeda motor dengan penduduk.

“Bila sampai perbandingannya 1:2 itu bisa menumbuhkan semua perangkat industri baik manufaktur maupun sumber daya manusia yg terlibat di dalamnya,” ucap Gunadi.

Di dua kota besar Indonesia, nyaris setiap rumah tangga telah milik sepeda motor. Bahkan di Jakarta dan sekitarnya, pembelian sepeda motor baru cuma sebagai produk pengganti atau menambah, sehingga kata kejenuhan pasar telah semakin terasa.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Pameran Motor Nasional 2016

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply