Apa Betul Pelumas Bisa Kedaluwarsa?

By | February 22, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info — Oli mesin memiliki masa pakai setelah digunakan. Pergantian rutin utama dikerjakan agar fungsi bagi melumasi dan melindungi komponen-komponen di dalam mesin dapat tetap maksimal.

Lantas bagimana dengan oli yg belum digunakan dan masih tersimpan rapih di dalam kemasan. Apakah oli tersebut memiliki masa kedaluwarsa, atau mampu “basi” layaknya sayur asam?

Menjawab pertanyaan ini, Product Manager PT Topindo Atlas Asia (Top 1) Rudy Irawan memberikan jawaban pasti soal mitos yg kerap menjangkiti benak konsumen di Indonesia.

“Sebenarnya oli tak milik batasan waktu bagi digunakan, artinya tak mampu basi atau kedaluwarsa,” kata Rudy menjawab pertanyaan Unilinkrc.info di Jakarta, Senin (20/2/2017).

Menurut Rudy, selama masih di dalam kemasan dan belum pernah terbuka, meskipun telah tersimpan lama, oli tetap dapat digunakan. Namun, beda dengan oli yg penutupnya telah pernah dibuka.

Stanly/Otomania Shell Rimula R5

“Biasanya ada orang yg pakai oli kelebihan, dulu disimpan. Meski telah tertutup rapat, kondisinya tak mampu dijamin. Oli tidak kedaluwarsa, tapi mampu rusak. Hal ini lebih kadang disebabkan dari faktor eksternal karena adanya udara dan yang lain sebagainya,” kata Rudy.

Untuk konsumen yg ingin mengetahui apakah oli itu yaitu produk baru atau tidak, Rudy memberikan tipsnya buat terus mengamati kode pada kemasan.

“Oli tak milik expire date, tapi bagi memastikan oli itu baru atau tidak, cukup dilihat dari kode EPI. Mobil-mobil baru akan 2014 hingga ketika ini telah memakai kode SN. Kalau belum ada, mampu dipastikan itu oli lawas,” ujar Rudy.

Sumber: http://otomotif.kompas.com