Apa Kata Kawasaki Soal Teknologi “Drive By Wire” Rival

By | September 27, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info — Bisa jadi, Honda merek pertama di Indonesia yg melahirkan sepeda motor berkubikasi 250 cc dengan teknologi throttle by wire (TBW)atau pada mobil kadang disebut sebagai drive by wire. Usai dimulai oleh Honda, apakah teknologi tersebut dulu mulai populer bagi digunakan pada sepeda motor di kelas ini?

Sebelumnya, ketika dikonfirmasi Unilinkrc.info, Yamaha belum berencana bagi melakukan itu. Sementara itu, Kawasaki menyampaikan kalau mereka tak berminat buat mengaplikasikan TBW di produk 250 cc-nya, seperti Ninja 250 atau RR Mono.

“Kami itu segala sepeda motornya tipikal fun to ride. Jadi, si pengendara harus mampu merasakan sepeda motornya sendiri tanpa bantuan alat elektronik,” ujar Michael Chandra Tanadhi, Deputy Head Sales & Promotion Division Kawasaki Motor Indonesia, menjawab pertanyaan Unilinkrc.info, Sabtu (24/9/2016).

Baca juga: Yamaha R25 Timang-timang Teknologi “Drive by Wire”

Michael melanjutkan, penggunaan teknologi TBW pada kendaraan roda beberapa berkubikasi kecil (250 cc) dianggap percuma, bahkan dapat membuat pengendara tak mampu merasakan tarikan sepeda motornya.

“Tidak ada manfaatnya, efeknya juga tak banyak, bahkan dapat tak terasa tarikannya, apalagi ukuran mesin sepeda motornya juga kecil, 250 cc. Jadi, buat apa TBW? Teknologi ini di Kawasaki cuma bagi sepeda motor berkubikasi besar, seperti Kawasaki ZX-10 dan H2,” ujar Michael.

Dari sisi marketing, kata Michael, TBW juga tak berpengaruh banyak karena fitur ini telah cukup familiar di dunia otomotif. “Harganya kemungkinan cuma Rp 2 jutaan, dan sayang kalau dimasukkan ke sepeda motor berkubikasi kecil,” ujar Michael.

TeknologiTBW yaitu perangkat canggih yg membuat sepeda motor tak lagi memakai tali kawat buat mengatur bukaan throttle. Perannya digantikan oleh motor listrik dengan mengandalkan sinyal yg dikirim dari sensor.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply