Asa Industri Modifikasi Indonesia

By | February 26, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Industri otomotif tak lepas dari peran bisnis aftermarket dan tangan perajin yg memodifikasi kendaraan. Sayangnya, keduanya kurang mendapat perhatian serius sehingga potensinya tak mampu berkembang lebih luas.

Andre Mulyadi, Founder National Modificator and Aftermarket Association (NMAA) Indonesia, menerangkan, sebenarnya Indonesia memiliki sumber daya manusia yg mempuni, tak kalah bila dibandingkan dengan negara lain.

“Soal karya modifikasi, kami tak dapat dianggap remeh. Banyak modifikasi dari teman-teman kami yg pantas bagi dihargai. Aplikasi pengetahuan dan ilmu dari modifikator Indonesia telah maju, beda dengan yg dulu-dulu,” kata Andre saat berbincang dengan Unilinkrc.info di Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Menurut Andre, harusnya baik dari pemerintah dan produsen mobil mampu melihat hal ini. Karena dunia aftermarket dan modifikasi yaitu segmen purna-jual yg cukup besar, bahkan tak kalah dengan after sales resmi para agen tunggal pemegang merek (ATPM).

“Coba dilihat berapa banyak mobil baru yg dimodifikasi oleh konsumen. Mulai dari hal kecil dulu, seperti pelek, stiker, lampu, audio, jok kulit, dan lain-lain. Kalau dihitung dan diperhatikan cukup banyak sekali, karena itu kalian berani berinisiatif bagi maju dan membuat asosiasi,” ucap Andre.

Stanly/Otomania Ilustrasi Modifikasi Audio

Kalau ini diperhatikan, lanjut Andre, bukan tak mungkin karya-karya modifikasi anak bangsa dapat tampil di panggung internasional seperti SEMA Show atau Tokyo Auto Salon. Atau bahkan Indonesia memiliki acara serupa sehingga kalian yg mampu jadi kiblatnya.

Standardisasi

Para builder atau modifikator kondang di negara berkembang, kebanyakan memiliki sertifikat yg diberikan pemerintah melalui institusi terkait. Fungsinya bukan cuma buat izin, tetapi standarisasi kelayakan dalam merombak dan merancang bangun kendaraan dari bentuk aslinya.

Aditya Maulana – Otomania 30 Mobil Modifikasi Terbaik di Indonesia ditampilkan di Auto Pro 2017

Menanggapi hal ini, Andre pun mengakui bahwa nantinya arah dari dibentuknya asosiasi gabungan modifikasi dan aftermarket ini menuju ke sana.

Workshop atau bengkel modifikasi di negara luar yg berkompeten memang dibekali sertifikasi, kalian juga mau demikian. Dengan adanya asosiasi ini diharpkan kita dapat menemukan misi dan visi buat nantinya dibawa ke pemerintah,” kata Andre.

Sumber: http://otomotif.kompas.com