Cara GM Memanjakan Konsumen Kala Macet

By | September 8, 2016

Beijing, Unilinkrc.info – Mengendarai mobil terlalu lama berkontribusi terhadap munculnya sakit punggung. Hal itu disebabkan tekanan pada pinggang 40 persen lebih besar ketika duduk dibandingkan berdiri. Pemikiran General Motors (GM) China mengembangkan kursi khusus antipegal perlu diapresiasi.

Langkah kongkret itu berangkat dari permasalah di China, bahwa para pekerja di Beijing harus menghabiskan waktu rata-rata 54 menit dan jarak 18 km tiap hari. Angka-angka itu mampu lebih besar seandainya mereka harus antar-jemput anak-anak ke sekolah.

Jadi tak heran, di China, begitu juga di sejumlah negara dengan populasi padat, kenyamanan kabin terus menjadi salah sesuatu prioritas penting buat membeli sebuah mobil.

”Ketika Anda berada di kemacaten, kenyamanan kursi menjadi sangat penting. Inilah yg dikatakan konsumen, kita dengarkan dan respons dengan mengembangkan jok yg tidak cuma nyaman, tapi juga awet,” kata Interior Product Engineer GM China, Siller Sun, mengutip Autocarpro (7/9/2016).

Para insinyur di GM China pun mengujicoba berbagai macam kursi bagi memastikan kenyamanan maksimal. Faktor-faktor penentunya adalah sistem canggih pada kursi, evaluasi dari konsumen, dan bentukan jok yg paling pas menyesuaikan dengan badan manusia.

Demi keperluan ini, para insinyur dibantu ”Oscar”, manekin yg digunakan buat alat bantu simulasi agar mendapatkan layout interior yg pas dan mengukur ruangan senyaman mungkin.

GM juga memakai teknologi digital pressure-mapping bagi mengukur tekanan bagian punggung manusia pada permukaan jok. Alat ini mengumpulkan lebih dari 4.600 poin data buat ditransfer ke komputer, dan menggambarkan bagaimana penumpang duduk serta posisinya.

Sebagai reaksi dari alat itu, para insinyur juga pakai robot bagi menyimulasikan efek dari tekanan jok dan daya pantul. Ini menolong menciptakan jok agar tidak terlalu empuk, juga tidak terlalu keras.

Kendati demikian, tidak cuma robot dan manekin. GM juga mengevaluasi kinerja kursi antipegal itu dengan menggandeng sukarelawan yg harus duduk berjam-jam dan ratusan km buat memastikan prototipe jok lahir sempurna.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply