Dianggap Manipulasi Data, Ini Kata Yamaha

By | February 21, 2017

Jakarta, Otomania.com – Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sebagai terlapor I dianggap sudah menyajikan data tak valid dalam persidangan dugaan perkara penetapan harga dengan Astra Honda Motor (AHM) sebagai terlapor II. Majelis Komisi ketika sidang pembacaan putusan, Senin (20/2/2017), memberatkan denda tambahan bagi YIMM atas perbuatan itu.

Majelis Komisi menyatakan tak pernah ada penurunan harga bagi Skutik Xeon pada 2013. Selain itu, YIMM juga dikatakan memberikan data tak benar soal perbandingan harga Yamaha Mio dengan Honda Beat pada 2013 dan 2014.

“Dari fakta-fakta tersebut, terlapor I sudah berusaha secara sengaja dan sistematis buat menyajikan data dan fakta yg tak benar bagi membentuk persepsi yg menguntungkan terlapor I,” kata anggota Majelis Komisi R Kurnia Sya’ranie.

Febri Ardani/Unilinkrc.info Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan Astra Honda Motor (AHM) menghadiri sidang pembacaan putusan dugaan penetapan harga di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (20/2/2017).

Tanggapan YIMM

Seusai persidangan, kuasa hukum YIMM Rikrik Rizkiyana menyampaikan bakal mengecek pernyataan KPPU lebih lanjut.

“Namun, perlu rekan-rekan (wartawan) pahami bahwa yg menjadi parameter manipulatif itu seperti apa? Katakanlah investigator atau majelis komisi KPPU memiliki versi yg lain, nah versi itu benar atau memang sesat?” kata Rikrik.

Masalahnya, pernyataan data manipulatif itu tak ada ketika putusan. Menurut Rikrik, seandainya disampaikan ketika persidangan, mampu jadi ada respons segera dari YIMM karena ada perbandingan.

“Nah, ini yg kemudian menurut aku perlu kita cek apakah data kita yg salah atau mereka. Yang jeas itu kan mestinya keluar dari direksi. Kami kaget karena kalau toh pada ketika pemeriksaan, (KPPU bilang) kita milik data, kita mulai cek segera dahulu tiba dengan data yg lebih tepat,” ucap Rikrik.

Sumber: http://otomotif.kompas.com