Era Kendaraan Listrik Indonesia Tinggal Tiga Langkah Lagi

By | October 6, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Gaung kendaraan (mobil dan sepeda motor) listrik atau hibrida (mobil) di industri otomotif telah menggema ke semua penjuru dunia. Isu lingkungan jadi hal penting dalam pengembangan teknologi ini, di samping sesuatu upaya buat melepas diri dari ketergantungan bahan bakar fosil.

Bukan tak mungkin, dengan bergesernya kepopuleran kendaraan bermesin konvensional ke arah tenaga listrik, membuat beban pemerintah mulai impor BBM buat kebutuhan nasional mampu berkurang.

Baca juga : Selangkah Lagi, LCE Jadi Peraturan Resmi

Lantas, telah sejauh mana pemerintah bergerak bagi menelurkan regulasi terkait kendaraan listrik dan hibrida, serta berbahan bakar alternatif (selain BBM) lainnya? I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, menginformasikan dua hal yg telah dikerjakan dan mulai dilakukan, yaitu:

  1. Memberikan izin produksi kepada dua perusahaan industri dalam negeri.
  2.  Menyusun standar SNI (Standar Nasional Indonesia), dengan membentuk Komite Teknis Mobil Listrik.
  3. Menyusun nomenklatur (penamaan) pengklasifikasian kelompok barang dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI).

Sementara, hal yg masih dilakukan dan mulai dikerjakan di antaranya:

Pengkajian kemungkinan fasilitas fiskal atau non-fiskal.

Memberikan fasilitas buat riset pasar.

Penyusunan regulasi bersama pemangku kepentingan yang lain seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan yg lainnya.

Baca juga : Pemerintah Indonesia Tinjau Mobil Listrik ke Jepang

Jangan dilupakan, kalau syarat penting berkembangnya mobil listrik adalah ketersediaan infrastruktur charging station. “Jadi pembangunan stasiun penyedia listrik umum (SPLU) oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai mempercepat pengembangan kendaraan listrik,” tutur Putu kepada Unilinkrc.info, Selasa (4/10/2016).

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply