F1 Dianggap Kurang Komersial

By | September 10, 2016

Colorado, Unilinkrc.info – Pada kuartal pertama 2017, perusahaan media yang berasal Amerika Serikat (AS), Liberty Media, bakal membeli 18,7 persen saham Formula One (F1) seharga 8 miliar dollar AS (104,4 triliun).

F1 mampu dikatakan balapan roda empat kasta tertinggi yg diminati banyak pihak, tapi apa alasan sebenarnya alasan Liberty tergerak ke arah pembelian.

Chase Carey yg ditunjuk sebagai Chariman setelah pembelian final menyampaikan distribusi konten F1, terutama dalam materi digital, baru menghasilkan sedikit keuntungan. Visibilitasnya, F1 berpeluang meningkatkan rekanan komersial ke lebih banyak negara, menjadikan ajang adu kebut jet darat ini disaksikan lebih banyak orang.

Motorsport.com Vice Chairman 21st Century Fox Chasey Carey, ditunjuk sebagai sebagai Chairman F1 menggantikan Peter Brabeck-Lemathe.

“Memanfaatkan keahlian Liberty dalam acara siraan segera dan pengaturan monetisasi digital buat membuat F1 lebih besar dari sebelumnya,” kata Carey, Motor1.com, Kamis (8/9/2016).

Carey juga menjelaskan model bisnis F1 terhitung “low risk” bagi Liberty Media. Pengeluaran terbesar F1 yakni bagi tim balap yg ditentukan dari variabel keuntungan dan pendapatan bisnis.

“Ada tiga inti esensial dalam pendapatan di bisnis ini, promosi balap, penyiaran dan iklan, serta sponsor. Masing-masing milik potensi pertumbuhan yg signifikan seiring kemajuan. F1 adalah pemain kunci dalam pasar acara olahraga premium siaran langsung. Ada peningkatan permintaan dari penyiar, pengiklan, dan sponsor yg mau mengakses F1 yg milik penonton global dan demografi yg menarik,” jelas Carey.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply