Gara-gara Ini, Isuzu Susah Jualan Mu-X Dan D-Max

By | January 24, 2017

Penerapan standar emisi Euro-2 di Indonesia membuat penjualan kendaraan mobil Isuzu Indonesia di segmen sport utility vehicle (SUV) dan pick-up melempem. Di beberapa segmen ini, pabrikan diwakili oleh model mu-X dan D-Max yg diimpor secara utuh (CBU) dari Thailand.

Berdasarkan data yg diperoleh Merdeka.com dari PT Isuzu Astra Motor Indonesia, penjualan Isuzu D-Max (double cabin) diproyeksikan cuma terjual 600 unit di 2017. Jumlah ini jauh lebih rendah dari tahun dahulu yg mencapai 1.445 unit. Namun, pangsa pasarnya diperkirakan naik menjadi 6 persen dari 3,5 persen. Sementara model Isuzu mu-X ditargetkan 1.000 unit, naik dari tahun sebelumnya yg 321 unit. Meski pangsa pasarnya turun menjadi 1,6 persen dari 2,4 persen.

Edy J Oekasah, Director Product Planning Division Isuzu Indonesia, mengakui penjualan SUV Isuzu mu-X masih tersendat di Indonesia. Padahal secara spesifikasi telah unggul karena memenuhi standar emisi Euro-4, sedangkan kompetitor masih memakai standar emisi Euro-2.

Prinsipnya, ada tiga faktor penting penyebabnya. Pertama, regulasi standar emisi yg masih memakai standar Euro-2. kedua, volume penjualan Isuzu di Indonesia yg masih rendah, dan ketiga keamanan. Ketiga faktor tersebut membuat Isuzu harus mencari pasar internasional selain Indonesia supaya lebih ekonomis.

“Jadi kita tak dapat bersaing dengan kompetitor yg masih memakai standar Euro-2. Ini problem besarnya,” ujar Edy J Oekasah, Director Product Planning Division Isuzu Indonesia, ketika media gathering di Jakarta, Senin (23/1).

Edy mengaku buat mampu memasarkan mu-X di Indonesia, pihaknya terpaksa harus melakukan down grade produknya dari standar Euro-4 ke Euro-2. Dan bagi itu, bahkan pihaknya harus tidak mengurangi biaya, seperti penambahan komponen di nozzle karena kadar sulfur di bahan bakar solar Indonesia tinggi, akibat masih memakai standar Euro-2. “Mu-X di SUV memenuhi standar Euro-4 tetapi terpaksa kita down grade jadi Euro-2.”

Menurut Gaikindo, Indonesia tertinggal dibandingkan negara yang lain dengan masih memakai standar emisi Euro-2. Padahal negara jiran seperti Filipina dan Vietnam mulai menerapkan Euro-4 pada tahun ini. Sedangkan Malaysia telah yg memakai Euro-4, bahkan Singapura yg telah mau menerapkan Euro-5.

Dengan memakai standar Euro-2, maka kadar sulfur di solar Indonesia masih tinggi, yakni di bawah 500 parts per million (ppm). Sedangkan Euro-3 kadar sulfur di bawah 150 ppm, Euro 4 dan Euro 5 kadar sulfur di bawah 50 ppm. Makin rendah kadar sulfurnya, makin ramah lingkungan.Baca juga:
Dongkrak penjualan, Isuzu siapkan 10 mobil terbaru di 2016
Hot! Ini harga Isuzu MU-X Untuk Jawa Timur!
Isuzu andalkan MU-X di POS 2014
Isuzu telah siapkan suku cadang MU-X
Isuzu persiapkan pesaing Toyota Kijang Innova!

Sumber: http://www.merdeka.com