Geber CBR250RR Pakai Tiga Gaya Berbeda

By | November 24, 2016

Kuta, Unilinkrc.info – Mode berkendara. Fitur ini umumnya dipakai di mobil, biasanya kebanyakan mobil dengan genre sport, bagi mengoptimalkan kemampuan mesin dan dapat disesuaikan dengan keadaan jalan. Bagaimana bila disematkan di sepeda motor? Jawabannya ada di All-New Honda CBR250RR.

Banyak fitur yg bikin penasaran tersemat di CBR250RR. Salah satunya riding mode dengan pilihan Comfort, Sport dan Sport +.  Apa sih kelebihannya, dahulu bergunakah fitur ini bila dipasang di motor, bagaimana rasanya? Semua pertanyaan itu terlontar sesaat sebelum menjajal CBR250RR.

Unilinkrc.info berkesempatan menjajal CBR250RR di Bali, dua waktu lalu. Sebelumnya telah dibahas mengenai arti Total Control yg menjadi tagline dari sport 250 cc punya Honda ini. Bahasan kali ini mengarah pada performa.

Baca: Merasakan arti Total Control CBR250RR

Saat menyalakan mesin, riding mode yg menjadi default adalah Sport. Informasinya tersedia di layar panelmeter. Cara megganti mode berkendara cukup dengan menekan tombol yg ada di handle setang sebelah kiri. Tuasnya mirip lampu jauh (dim) yg biasa tersemat di motor sport.

Awak redaksi tak mau terburu-buru merasakan beberapa mode lain, sebelum menggeber CBR250RR ini dengan mode Sport sebagai standar. Dibekali mesin generasi terbaru 250cc liquid-cooled, 4-stroke, DOHC 8-valve, pararel twin cylinder, menghasilkan tenaga maksimal 36,3 tk pada 12.500 rpm dan torsi puncak 22,5 Nm pada 10.500 rpm.

Istimewa Tes All-New Honda CBR250RR

Perjalanan dimulai dari Kuta, menuju Gianyar sampai ke Gunung Batur. Di awal-awal perjalanan, awak redaksi mencoba bertahan dengan mode Sport. Sensasi tenaga yg dikeluarkan di mode ini terbilang galak, baik di putaran bawah, menengah sampai atas. Entakan mesin masih terbilang sopan ketika bersua kepadatan lalu-lintas.

Tiba di jalan bypass menuju Gianyar yg lurus dan relatif sepi. Jari telunjuk tergoda bagi mengubah gaya ke mode Sport +. Hasilnya menakjubkan. Mesin seakan mendadak agresif, dan motor minta diajak lari lebih cepat. Beberapa kali awak redaksi yg memilih berada di deretan belakang rombongan, melesat ke depan menyusul road captain ketika coba mode ini.

Putaran mesin memang dibatasi di angka 14.000 RPM, tetapi tenaga tetap galak meskipun di bawah angka tersebut. Tak sulit untuk mendapatkan kecepatan, dimana penguji bisa menyentuh angka 140 kpj sebelum menutup gas dengan alasan keamanan. Poin plus lagi, suara yg keluar dari knalpot juga terdengar lebih “moge” dengan mode Sport + ini.

Perjalanan bersua dengan kontur jalan berliku plus tanjakan dan turunan. Tak persoalan memang bila memaksakan berada di mode Sport +, cuma saja saat memanfaatkan engine brake, entakan keras mulai terasa karena putaran mesin seakan tertahan di angka 7.000 RPM. Tetapi, ketika keluar dari tikungan, segera dapat mendapatkan tenaga baru ketika memuntir gas.

“Saat Hujan mencoba mode Comfort, lebih lembut tak terlalu agresif dan nyaman dibawa menikung,” jelas Anggono Iriawan, Manager Safety Riding dan Motor Sport PT Astra Honda Motor (AHM), kepada Unilinkrc.info ketika istirahat di tengah perjalanan.

Kebetulan Hujan turun dan membasahi aspal di rute dari Gunung Batur menuju Singaraja. Adrenaline seakan meninggi melihat kontur jalan berliku plus situasi Hujan. Kecepatan sedikit dikurangi demi keamanan, mode Comfort pun dipilih.

Istimewa Tes All-New Honda CBR250RR

Tenaga terasa sedikit dibatasi di putaran bawah sampai menengah, tetapi di putaran atas tetap terasa. Idealnya dengan mode Comfort ini, penguji tak perlu sampai mengerem pakem bila bertemu tikungan atau kendala lain, karena memang dari putaran bawah kecepatan telah terjaga.

“Sebenarnya tenaga akhir yg dikeluarkan tetap sama, baik mode Comfort, Sport atau Sport +. Hanya kalau diibaratkan dengan kurva, Sport + mulai naik lebih cepat, Sport sedang, dan Comfort lebih landai,” jelas Tetsuo Suzuki, Operating Officer, Representative of Motorcycle Development, Purchase and Production for Motorcycle Operations Honda Motor Co. Ltd., kepada Unilinkrc.info.

Kesimpulannya, pilihan mode berkendara ini dilansir AHM bagi memberikan kenyamanan pada pengendara. Bila di kota besar yg identik dengan kemacetan, mode Comfort dapat dipilih agar tak kewalahan menjaga tenaga yg melimpah. Istilah lainnya, mode ini dipakai biar motor tak terasa “ndut-ndutan” ketika macet.

Tetapi bila bersua jalanan lurus yg aman untuk mendapatkan kecepatan, mode Sport dan Sport +, dapat menjadi pilihan. Hal yg pasti, fitur riding mode ini menjadi yg pertama di kelas sport 250 cc, dan menjadi poin plus CBR250RR.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply