Giliran BMW Mendapat Ancaman Trump

By | January 18, 2017

Frankfurt, Unilinkrc.info – BMW AG tetap pada pendiriannya buat meneruskan rencanapembangunan pabrik baru di Meksiko, dengan investasi 1 miliar dolar atau Rp 13,3 triliun. Merek yang berasal Jerman ini belum menganggap serius dua ancaman dari Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump kepada kolega Toyota dan General Motors (GM).

Mengutip  Autonews, Selasa (17/1/2017) BMW bertujuan bagi memulai produksi tahunan sampai 150.000 unit buat generasi terbaru dari Seri 3 sedan di San Luis Potosi, Meksiko Tengah, akan 2019. Ketika membuat keputusan bagi memproduksi model terlaris di Meksiko, BMW menyampaikan kalau produksi harus mengikuti pasar.

“Sederhananya, kita mulai memasang fasilitas Seri 3 di pabrik baru, bagi memasok pasar global. Kami mulai menetapkan ke mana produk tersebut mulai dikirim, tergantung keadaan kerangka kerja internasional BMW, dan ini akan produksi di 2019,” ujar Ian Robertson, Brand board Member for Sales BMW.

Pernyataan ini dilontarkan Robertson di pasca ancaman-ancaman yg dilayangkan Trump kepada para pembuat mobil, yg nekat memproduksi mobil yg dijual Ke Amerika di Meksiko, seperti Toyota dan General  Motors.

Baa juga : Giliran Toyota Diancam Donald Trump

Betul saja, setelah pernyataan pihak BMW tersebut, Trump segera mengeluarkan kalimat bernada ancaman sesuatu pekan kemudian, melalui koran Bild, Senin (16/1/2017). “Saya mulai menyampaikan kepada BMW, seandainya mereka membangun sebuah pabrik di Meksiko dan ingin menjual mobil di Amerika Serikat tanpa membayar pajak 35 persen, maka mereka mampu melupakannya. Apa yg aku katakan adalah bahwa mereka harus membangun pabrik mereka di AS,” ujar Trump.

Di Amerika BMW mempekerjakan pegawai segera dan tak segera hampir 70.000 orang, yg yaitu sumber penting kapasitas produksi untuk perusahaan. Pabrik kendaraan terbesar BMW di dunia tak di Jerman tetapi di Spartanburg, Carolina Selatan,

Jumlah volume produksiya lebih dari 411.000 SUV tahun 2016 Sekitar 70 persen dari yg volume produksi tersebut diekspor, dan berkontribusi terhadap PDB dan mengimbangi dua defisit perdagangan di Amerika.

Menurut statistik terbaru dari Departemen Perdagangan Amerika dari 2015, Spartanburg adalah eksportir kendaraan tunggal terbesar saat diukur dalam nilai dolar. Selain itu, BMW juga mulai menginvestasikan 1 milyar dolar atau Rp 13,3 triliun, bagi meningkatkan kapasitas di Spartanburg menjadi 450.000 unit, buat memprodukis model kelima, SUV X7.

Sumber: http://otomotif.kompas.com