Grup Astra Kantongi Rp 9 T Dari Otomotif

By | March 1, 2017


Jakarta, Unilinkrc.info
– PT Astra International Tbk (Grup Astra) berhasil mendongkrak laba bersih perusahaan dari bisnis otomotif menjadi Rp 9,2 triliun, melesat 23 persen sepanjang 2016 di bandingkan periode sama (2015). Meski tidak disebut, tapi hadirnya beberapa model kolaborasi terakhir, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra berkontribusi signifikan terhadap perolehan perusahan.

Dari laporan keuangan perusahaan, Senin (27/2/2017) petang, penjualan mobil yg dipayungi naungan Grup Astra tumbuh 16 persen menjadi 591.000 unit. Pertumbuhan beberapa digit ini jauh lebih baik ketimbang pasar mobil nasional, yg hanya naik 5 persen, menjadi 1,1 juta unit.

Hasil ini juga berhasil mememperkuat penguasaan pangsa pasar Grup Astra meningkat dari 50 persen menjadi 56 persen. Beberapa merek yg berkontribusi aktif terhadap kinerja laba perusahan, adalah Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, BMW, dan UD Truck.

Dari segala merek yg di bawah naungan Grup Astra, total terdapat peluncuran 14 model baru dan sembilan versi penyegaran sepanjang 2016.

Ghulam N/Unilinkrc.info Produksi Honda CBR250RR di pabrik Karawang, Kamis (3/11/2016).

Sepeda Motor

Masih dibayang-bayangi vonis bersalah atas praktik kartel oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha, minggu lalu, PT Astra Honda Motor (AHM), yg juga naungan Grup Astra, kurang apik kinerjanya tahun lalu. Penurunan penjualan sepeda motor Honda tercatat 2 persen, menjadi 4,4 juta unit.

Meskipun, penurunan ini terjadi karena pasar sepeda motor nasional tengah cidera, anjlok 8 persen menjadi 5,9 juta unit dibandingkan periode sama sebelumnya (2015). Menariknya, hasil ini justru memperbesar penguasaan pangsa Grup Astra pada pasar sepeda motor nasional menjadi 74 persen dari sebelumnya 69 persen.

Honda launching tujuh model baru dan delapan motor dengan desain penyegaran sepanjang 2016, salah satunya yg dinantikan adalah generasi baru CBR250RR.

Sementara dari bisnis komponen, lewat Astra Otoparts, bisnis tumbuh 31 persen menjadi Rp 418 miliar. Hasil ini diperoleh berkat kenaikan pendapatan di segmen pasar pabrikan otomotif (Original Equipment Manufacturer/OEM) dan segmen after market, serta peningkatan kontribusi laba bersih dari perusahaan asosiasi.

Sumber: http://otomotif.kompas.com