Harley-Davidson Tak Masalah Pajak Barang Mewah

By | February 1, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) buat kendaraan roda beberapa premium (di atas 500cc), yg mencapai 125 persen dari sebelumnya di 2013 cuma 75 persen,  tentu mulai membuat harga jual sepeda motor besar (moge) melonjak signifikan.

Kondisi ini bahkan pernah diisukan sebagai salah sesuatu faktor penurunan penjualan sepeda motor besar di Indonesia, salah satunya merek yang berasal Amerika, yg saat itu dipegang PT Mabua Harley-Davidson. Namun, Peter Mackenzie, Managing Director of Harley Asia Emerging Markets, tak mempermasalahkan keadaan tersebut ketika ini.

Saat dijumpai pada pembukaan diler Harley Davidson baru, punya PT Anak Elang Motorindo di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dirinya menyampaikan, kalau bukan cuma sekedar “sepeda motor” yg dibeli dari merek HD, tetapi beragam aspek gaya hidup lainnya.

“Jika kita membeli atau mengendarai HD, bukan cuma sekedar urusan harga atau pajak, tetapi konsumen juga membeli gaya hidup (lifestyle), aksesori, modifikasi, apparel, dan tiket buat masuk komunitas atau kelompok besar. Jadi seandainya luxury tax ini jadi masalah, maka konsumen mulai kehilangan itu semua,” ujar Mackenzie, Minggu (29/1/2017).

Mackenzie memang mengakui, kalau setiap orang tentunya ingin harga sepeda motor yg murah, tetapi kembali lagi, kalau ini terkait gaya hidup, dan telah melekat di poduk Harley-Davidson.

Tumbuhkan Bisnis

Saat ditanyakan mengenai strategi bisnis 2017 bagi pasar Indonesia khususnya, Mackenzie mengatakan, HD mulai lebih fokus pada pengembangan bisnis retail, serta menghadirkan banyak produk menarik.

“Pengembangkan bisnis retail kalian seperti menyediakan banyak diler. Di mana dengan itu, kita mampu lebih gampang dijangkau, semakin banyak menarik konsumen, dan produk yg terjual juga semakin meningkat,” ucap Mackenzie.

Sumber: http://otomotif.kompas.com