Imbas Positif ”Tax Amnesty” Untuk Pasar Truk

By | October 28, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Digulirkannya kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak oleh pemerintah tahun ini diyakini merangsang geliat kendaraan komersial lebih dahsyat. Kendati demikian, efeknya tak mampu segera dirasakan ketika ini.

Kaitan antara pasar truk dan kebijakan tersebut adalah masuknya dana repatriasi kepada negara yg berpotensi menstimulus perekonomian nasional.

Osman Arifin, Direktur PT Srikandi Diamond Motors, (25/10/2016), di Jakarta, meyakini bahwa ada jeda waktu antara tax amnesty dan perkembangan bisnis, terutama naiknya permintaan kendaraan komersial minimal tahun depan.

”Pasti ada efek positifnya. Harapannya begitu. Karena kan ada ’pengakuan dosa’, kemudian pajak diberi ampunan dan membayar tebusan. Dana yg mengalir ke dalam negeri berlimpah. Selain perekonomian mendapat stimulus, orang beli truk tak khawatir dicuragai bisa dana dari mana,” ujar Osman.

Deputy Deputy Group Head of Field Group PT Krama Yudha Tiga Belrian Motors (KTB) Doni Maksudi juga menegaskan lagi bahwa kendaraan komersial berbanding lurus dengan keadaan riil perokonomian. Utamanya, didukung geliat pertambangan, perkebunan, perdagangan, jasa pengiriman, dan manufaktur.

”Adanya dana yg masuk dari tax amnesty memicu pergerakan sektor riil. Terutama pasar penting seperti pertambangan dan perkebunan. Harga batubara dan minyak sawit akan naik,” ucap Doni, di sela Truck Campaign Mitsubishi Fuso di Jakarta, (25/10/2016).

Suku Bunga
Angin segar yang lain bagi pasar kendaraan komersial tahun depan adalah kabar yg beredar bahwa pemerintah mulai menurunkan tingkat suku bunga kredit. Hal ini terjadi karena suku bunga acuan Bank Indonesia yg akan turun ke level 4,75 persen.

”Katanya suku bunga kredit jadi sesuatu digit tahun depan. Ini sangat utama dan mulai membuat banyak orang melakukan pembelian memakai skema kredit,” kata Osman.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply