Importir Protes Rencana SNI Wajib Pelumas

By | December 6, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Kementerian Perindustrian berencana bakal menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), dengan alasan bagi mendukung industri pelumas dalam negeri. Menanggapi hal ini, salah sesuatu asosiasi pengusaha pelumas, Perhimpunan Distributor, Importir dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI) angkat bicara.

Dalam pernyataannya, mereka menyatakan ketidaksetujuan mulai rencana tersebut. Ini dianggap mampu memberikan efek negatif buat para anggotanya, yg rata-rata cuma sebagai importir oli saja.

“Pelumas tak dapat dihambat atau dibatasi, karena luas sekali cakupannya, tak cuma otomotif. Kebutuhan pelumas mampu berubah dan jangan diatur-atur, karena ada pelumas baik yg tiba dalam negeri, ada yg tiba dari Jerman, ada yg dari Rusia. Jadi yg terpenting, di sini tersedia pelumas yg dibutuhkan,” ujar Paul Toar, Ketua PERDIPPI di Jakarta, Senin (5/11/2016.

Baca juga : SNI Wajib Pelumas Sokong Industri Lokal

Paul mengatakan, telah sejak 10 tahun yg dahulu wacana SNI Wajib Pelumas ini bergulir, dan selama itu juga, PERDIPPI tetap berpendirian bahwa aturan tersebut tak memiliki dasar, yg membawa keuntungan buat ekonomi nasional. Lebih dari itu, mulai sangat mengganggu pengadaan dan penyediaan pelumas nasional.

“SNI Wajib tak tidak mengurangi jaminan mutu pelumas, karena persyaratan kimiawi dan fisikal SNI telah dimasukkan ke dalam skema Nomor Pelumas Terdaftar (NPT). Selain itu, bakal terjadi duplikasi pengaturan pelumas, sebagian ikut NPT dan sebagiannya lagi ikut NPT/SNI, serta tidak mengurangi kerumitan pada pintu masuk buat pelumas impor,” ujar Paul.

Saat ini, pelumas yg dipasarkan di dalam negeri, masih mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 053 Tahun 2006. Seperti pada pasal 2 yg berbunyi, setiap macam pelumas dengan nama dagang pelumas tertentu yg dipasarkan di dalam negeri wajib memenuhi standar dan mutu (spesifikasi) pelumas, yg ditetapkan dan wajib memiliki NPT.

Jadi ketika ini para importir pelumas cuma butuh Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) dari ESDM, bagi mampu memasarkan produknya di dalam negeri.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply