Jangan Harap Semua Tabrakan Bisa Mengembangkan “Airbag”

By | March 30, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Selain sabuk pengaman, salah sesuatu fitur keselamatan yg lazim bagi konsumen mobil, adalah SRS (Supplemental Restraint System) Airbag. Fitur ini berfungsi buat mengurangi cedera penghuni mobil, tetapi ini cuma fitur tambahan, bukan sebagai unsur utama.

Namun, di dua kasus, ada konsumen yg mengalami keadaan airbag tak mengembang saat terjadi tabrakan depan. Gandhi Ahimsaputra, Product Knowledge Head PT Toyota Astra Motor (TAM) mmengiyakan situasi yg terjadi tersebut, di mana tak segala macam tabrakan depan mampu mengaktifkan fungsi airbag.

“Ketika tak mengembang, dapat jadi karena mobil menabrak objek yg bergerak, sehingga tekanan tersalurkan ke sensor airbag.  Karena salah sesuatu syarat airbag mengembang adalah saat sensornya aktif,” ujar Gandhi, Rabu (29/3/2017).

Di atas kertas, kata Gandhi, salah sesuatu yg membuat airbag mengembang merupakan ketika menabrak benda yg diam tepat di bagian depan mobil, pada kecepatan sekitar 20-30 kpj. Selain bagian depan, airbag juga mengembang ketika terjadi benturan di sekitar 30 derajat pada bagian pinggir depan mobil, kanan dan kiri.

“Saat terjadi kecelakaan di sisi depan, dengan kecepatan tertentu, airbag mulai mengembang 0,03 detik, dan kemudia deflate dalam waktu 0,1 detik. Selain airbag, hal yg utama lagi merupakan pretensioner dan force limiter pada sabuk pengaman,” ujar Gandhi.

“Lagipula beruntung kalau airbag tak mengembang, karena biaya perbaikannya cukup mahal,” ujar Gandhi, dan menolak menyampaikan berapa total biaya perbaikan airbag saat telah mengembang.

Sumber: http://otomotif.kompas.com