Jelajah Alam Bersama Komunitas Jeep Demak

By | February 19, 2017


DEMAK,Unilinkrc.info
– Libur akhir minggu adalah waktu yg sangat ditunggu oleh setiap orang. Masing-masing milik agenda sendiri bagi memanfaatkan waktu luang tersebut. Bagi para pencinta olah raga ekstrem yg tergabung dalam Kalijogo Jip Community, weekend adalah kesempatan yg ditunggu tunggu buat berkumpul dan menjelajah alam bersama.

Komunitas jeep yg digawangi oleh Budi Kisyanto, akan menggelar lintas alam bersama sejak lima tahun silam, hingga kini telah 40 an anggota yg tergabung di dalamnya. Latar belakang profesi yg berbeda disatukan oleh hobi mereka yg sama, yakni olah raga ekstrem di tempat terbuka.

“Anggota kami dari berbagai kalangan, ada TNI, polisi, PNS, politikus, karyawan swasta, maupun pengusaha,” kata Budi Kisyanto, Ketua Kalijogo Jip Community, akhir minggu lalu.

Kali ini ini, Kalijogo Jip Community melakukan perjalanan lintas alam di hutan selatan Kabupaten Demak yg berbatasan dengan wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.

“Ini jalur trek baru kok Mas, jadi nanti bersiap bersiap dengan medan yg belum pernah dirambah. Navigator mulai memandu kita, ” kata Budi.

Benar saja, lahan lahan yg masih perawan adalah bukti bahwa jalur ini belum pernah dilalui kendaraan bermotor sebelumnya. Navigator dengan penuh konsentrasi membuka jalan untuk para peserta. Medan berat dilibas dengan enteng oleh para penggemar olahraga ekstrem ini. 

Adrenalin terpacu setiap kali kendaraan melintas di bidang tanah sempit yg berbatasan dengan tebing maupun menyeberangi sungai yg berbatu besar. Unilinkrc.info yg ikut dalam tour ini merasakan juga tantangan alam setiap kali jip terperosok di lumpur.

Unilinkrc.info/ARI WIDODO Konvoi jip dari Kalijogo Jip Community di hutan Jragung Demak. Sabtu (11/2/2017) hingga Minggu (12/2/2017), Kalijogo Jip Community melakukan perjalanan lintas alam di hutan selatan Kabupaten Demak yg berbatasan dengan wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Bahu-membahu

Satu hal yg membuat kagum adalah solidaritas anggota yg bahu membahu ketika ada salah sesuatu jip terperosok ke jurang. Semua pengemudi maupun penumpang turun bagi menarik jip. Tak ada yg berpangku tangan.

Tapi karena medan terlalu curam, jip tidak berhasil diangkat dengan tali. Akhirnya, pengemudi menyiasatinya dengan maju sejengkal demi sejengkal hingga sampai ke tempat yg agak landai. Jip berhasil kembali ke jalur setelah melewati perjuangan panjang.

Adi Pramanto, salah sesuatu jurnalis lokal yg turut serta dalam jelajah alam bersama komunitas jeep Demak ini, mengatakan, ini pengalaman pertamanya melakukan treking. Meski sempat gemetaran ketika kendaraan akan melaju di tanah berlumpur, lama kelamaan dirinya akan menikmati sensasi asyiknya goyangan jip di medan khusus tersebut.

“Asyik, adrenalin terpacu. Lebih lebih kalau jeep harus sampai ditarik tarik dan didorong akibat terperosok ke dalam lumpur,” serunya gembira. Lelaki murah senyum itu mengaku, dirinya yg biasa di jalur perkotaan, menjadi tambah pengalaman berkat treking bersama Kalijogo Jip Community ini.

Salah sesuatu dedengkot KJC, Jumain Al Faqir, menyatakan bahwa trekking telah menjadi hobinya sejak lama. Tantangan alam terbuka membuatnya makin bersemangat. “Motto kita adalah santun di jalan, garang di hutan,” cetusnya sambil tertawa lebar.

Berangkat dari titik kumpul di Jalan Lingkar Demak pada Sabtu pagi , rombongan KJC yg berusaha menaklukan hutan Jragung, baru keluar hutan dan singgah di desa terdekat Minggu dini hari. “Keluar hutan jam 02.00 WIB, itu terbilang cepat, biasanya kami sampai pagi, Beb,” ucap Jumain.

Sumber: http://otomotif.kompas.com