Kalau Pasar Motor Jeblok Karena Tarif Naik, Aturan Bisa Direvisi?

By | January 5, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Awal tahun 2017, masyarakat harus berhadapan pada beban baru, merupakan naiknya tarif kepengurusan surat-surat kendaraan bermotor (STNK, STCK, BPKB, Mutasi, dan lainnya), roda dua, tiga, maupun empat, yg mulai berlaku akan 6 Januari 2017.  

Sederhananya, kenaikan ini dapat membuat harga mobil baru menjadi lebih mahal (on the road). Jika konsumen semakin menunda membeli sepeda motor karena ini, bukan tak mungkin bisnis otomotif roda beberapa semakin melorot.

Baca juga : Tarif Pengurusan Surat Kendaraan Naik sampai Tiga Kali Lipat

Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyampaikan bakal melaporkan, seandainya memang mulai ada penurunan demand di pasar dan produsen menjerit, karena kenaikan tarif ini. Namun dirinya masih ragu memberikan jawaban, apakah aturan ini mampu direvisi nantinya.

“Iya lapor saja, dan terkait hal itu  (revisi dan pencabutan) tak tahu saya. Namun, dengan peninjauan kembali sih seharusnya bisa, tetapi memang masih terlalu dini bagi memprediksi pasar ketika ini,” ucap Gunadi kepada Unilinkrc.info,  Rabu (4/1/2017).

Baca juga : Tarif Baru Bikin Pelat Nomor “Pesanan” di Indonesia

Gunadi menceritakan, kalau dua waktu dahulu pernah ada kejadian di dua daerah, bea balik nama dinaikkan 10 persen sampai 15 persen , yg menjadikan pasar turun. Lalu akhirnya, ketetapan dan peraturan itu ditarik kembali, agar keadaan pasar membaik.

“Seperti juga aturan uang muka yg naik kemudian diturunkan kembali. Perubahan ini juga tentunya bertujuan agar pasar kembali normal. Untuk itu kalian mulai selalu pantau ke depannya bagaimana,” ucap pria yg akrab disapa Pak Kang.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply