Karoseri Menunggu Pesanan Dari Geliat Pembangunan

By | January 27, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Setelah berharap pada pesanan dari instansi pemerintah, ada sesuatu hal lagi yg melebarkan jalan napas industri karoseri bagi bertahan. Pembangunan infrastruktur dari pemerintahan ketika ini dinilai mampu menjadi peluang besar.

[Baca: Industri Karoseri ?Ngarep? Pesanan dari Pemerintah]

Menurut Sommy Lumadjeng, Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), di ketika penjualan mobil ”gonjang-ganjing” diikuti dengan menderitanya industri karoseri, harapan baru muncul dari kebijakan pemerintah soal infrastruktur.

”2017 masih milik harapan selain (pembelian) dari (instansi) pemerintah, infrastruktur. Pasti butuh truk bagi pembuatan jalan, atau bus bagi ngangkut karyawan, sagala macam,” kata Sommy, (24/1/2017), di Jakarta.

Dia menegaskan bahwa karoseri hidup dari pesanan. Saat tak ada order, proses produki pun berhenti. Hanya karoseri yg dapat menanggung beban penurunan pasar itulah yg mulai bertahan.

”Industri karoseri ada yg besar dan kecil di tempat kami. Banyak yg tumbang karena tak mendapat pemesanan. Sama seperti warung, kalau nggak ada yg beli ya tutup. Jd seluruh tergantung perekonomian, kondisif atau tidak,” ucap Sommy.

Campur Tangan
Harapan Askarindo, tak ada bus impor agar karoseri tetap berjalan. Sommy menyampaikan bahwa karoseri di Indonesia selalu berusaha bagi memberikan inovasi dengan teknologi mutakhir. ”Campur tangan pemerintah dibutuhkan bagi menstimulasi. Karoseri tetap berusaha,” katanya.

Saat ini, di Indonesia, lebih dari 500 karoseri yg masih hidup. 200-an di antaranya bergabung dengan Askarindo.

Sumber: http://otomotif.kompas.com