Kenali Gejala Kerusakan Transmisi Matik

By | November 21, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Tak perlu repot melakukan pengecekan ke bengkel buat menyimpulkan kerusakan transmisi otomatik. Bak gejala alam sebelum satu besar mulai terjadi, ada tanda-tanda yg mampu dikenali buat mengetahui transmisi otomatik pada mobil bakal bermasalah.

Nggak sulit mengenali gejala permasalahan pada mobil matik. Kita cukup rasakan gejala yg aneh dibandingkan pemakaian sehari-hari. Misalnya ada entakan, tarikan kurang, atau suara-suara,” kata Mohammad Askan, mekanik Gausal Motor di bilangan Jati Makmur, Bekasi, (21/11/2016).

Beberapa gejala kerusakan transmisi otomatik pada mobil yg dapat dikenali sendiri:

1. Suara tidak lazim ketika transmisi dipindahkan. Gejala paling umum biasanya dari suara. Saat tuas dipindah dari N ke D, atau P ke R, muncul suara seperti ”krek” atau ”trek” dengan durasi yg cukup lama. Atau suara aneh yang lain mampu dicurigai sebagai indikasi kerusakan transmisi.

2. Tarikan mobil terasa berat dan tersendat. Saat pedal rem dilepas sedikit-sedikit, mobil terasa bergetar atau menghentak-hentak kecil. Jika transmisi berjenis elektrik, kerusakan umumnya pada solenoid pressure atau TCM speed sensor. Jika matik konvensional, penyebabnya dapat jadi oli bocor atau kotor, membuat tekanan tidak kuat mengangkat perpindahan gigi pada rpm yg sesuai.

3. Ada getaran ketika mobil berjalan. Saat berjalan tiba-tiba ada getaran yg dirasakan dari transmisi. Bisa jadi, keadaan kampas kopling telah tidak layak, atau bahkan telah aus dan gosong.

4. Perpindahan gigi sulit. Banyak kejadian, gigi transmisi mengunci di posisi tertentu. Bahkan tak dapat dipindahkan atau beroperasi ketika mode mundur (R). Ini dapat menjadi gejala paling parah yg seharusnya langsung dikerjakan perbaikan.

Bisa jadi, terdapat kesalahan pada sensor yg merusak sistem. Indikasi yang lain terdapat kerusakan pada mekanikal transmisi umumnya terjadi pada rasio gigi mundur.

Jika Anda mengalami salah sesuatu atau dua gejala di atas, artinya langsung lakukan perawatan transmisi otomatik. Sebab, sebagian besar pengguna mobil matik menganggap penggunaannya sama dengan transmisi manual. ”Perawatan lebih rumit, termasuk rutin ganti oli transmisi,” ucap Askan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply