Kenali Kecepatan Dan Jarak Pengereman

By | October 10, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Kecepatan yg tak terkontrol menjadi salah sesuatu penyebab kecelakaan mobil atau sepeda motor yg terjadi di jalan. Padahal, di setiap jalan telah ditentukan kecepatan maksimal yg seharusnya dipatuhi.

Mengemudikan kendaraan terlalu cepat, semakin mempertinggi esiko terjadinya kecelakaan. Pasalnya semakin cepat kendaraa dipacu, jarak pengereman mulai semakin jauh, belum lagi seandainya ditambah dengan keadaan jalan yg licin. Sehingga semakin kecil kemungkinan mampu menghindari objek tabrak.

Jusri Pulubuhu, Chief Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), jarak pengereman ditentukan oleh banyak faktor.

  1. Kondisi permuakaan jalan, entah itu jalan dalam kondsi basar atau kering.
  2. Kondisi ban. Semakin ban botak atau tak sempurna kembangannya, membuat lebih rendah gesekannya.
  3. Jenis rem yg digunakan. “Antara mobil sesuatu dan mobil lainnya, memiliki sistem pengerman atau macam rem yg berbeda, ini mulai ikut mempengaruhi jarak pengereman pula,” ujar Jusri kepada Unilinkrc.info, Senin (10/10/2016).
  4. Bobot kendaraan, mobil atau sepeda motor.
  5. Cuaca.
  6. Waktu pengereman.
  7. Lokasi pengereman. “Ini hitung berdasarkan tingkat ketinggian daratan dari permukaan laut. Di mana melakukan pengereman di daerah puncak dengan di Jakarta mulai berbeda, karena pengaruh dari gaya gravitasi,” tutur Jusri.

Jusri melanjurkan, jarak pengereman juga ditentukan oleh waktu reaksi, di mana terdiri dari beberapa jenis, reaksi manusia (1 detik) dan mekanik atau sistem rem (0,5 detik) yg seandainya dibulatkan dalam dunia safety, menjadi total 2 detik. Kondisi ini juga dipengaruhi dua faktor.

  1. Usia, di mana semakin tua usianya (di atas 50 tahun) maka mulai lebih lama waktu reaksinya.
  2. Kondisi fisik pengemudi
  3. Ditentukan oleh gangguan mental, di pekrjaan atau d rumah tangga.
  4. Pengaruh obat atau alkohol

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply