Kenapa Sepatbor Belakang Motor Susah Dicat?

By | February 5, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info — Meski tidak jarang memakai sepeda motor, belum tentu Anda memperhatikan mengapa warna sepatbor depan dan belakang berbeda. Umumnya, sepatbor depan dikelir dengan warna senada bodi, sedangkan belakang hampir seluruh motor berwarna hitam.

Salah sesuatu alasannya adalah bahan material yg digunakan, yakni polipropilena (PP). Bahan ini yaitu material plastik yg memiliki kualitas cukup baik, apalagi bagi sepatbor belakang yg lebih tidak jarang kena benturan ketika di jalan.

Sama seperti segala produk, selain memiliki sifat baik, ada juga sisi buruknya, yakni permukaan material yg lebih kasar dari bahan plastik lainnya. Secara tak langsung, hal ini membuat sepatbor belakang sulit bagi dicat.

“Biasanya kalau dicat mulai gampang pecah seperti retak-ratak. Istilahnya “ngangkat” karena permukaan sepatbor tak dapat menyerap cairan cat. Kalau dipegang, umumnya sepatbor belakang orisinal permukaannya kasar,” papar Olid dari Gondrong Sticker ketika dihubungi Unilinkrc.info, Senin (30/1/2017).

Stanly/Unilinkrc.info Spatbor belakang

Selain karena kasar, lanjut Olid, bahan plastik macam ini juga terlalu lentur. Sisi menguntungkankannya adalah lebih aman ketika kena benturan, tapi susah buat dimodifikasi, seperti dicat atau ditempeli stiker.

“Kalau mau dipaksa pasang stiker atau cat, harus diamplas lalu permukaannya hingga halus. Tujuannya agar pori-pori terbuka sehingga gampang bagi melekat, tapi tak jadi jaminan soal daya tahannya,” kata Olid.

Sumber: http://otomotif.kompas.com