Kendala Utama Perkembangan Motor Listrik Di Indonesia

By | March 20, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Lika-liku kemajuan teknologi dan industri sepeda motor listrik di Indonesia memang jauh dari siap. Tak cuma regulasi yg belum ada kata sepakat, namun berbagai kendala bagi akan menancapkan tonggak harus dihadapi para produsen.

Meski Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johannes Loman menyampaikan bahwa teknologi tidak bakal mampu dilawan dan harus diikuti, namun buat penerapannya di Indonesia butuh waktu lebih lama.

Kendala terbesar tentu saja harga. Pada umumnya, sepeda motor listrik mulai jauh lebih mahal ketimbang motor konvensional, terkait dengan penerapan teknologi tinggi di dalamnya.

Problem-nya, motor listrik yg bertenaga, jarak tempuh panjang, charging pendek, belum ada. Kalau ada pun mahal. Sekelas 125 cc harganya dapat 2-3 kali motor sekarang. Infrastrukturnya juga belum ada (charging station). Itu yg perlu dibicarakan,” kata Loman, (17/3/2017).

Dia pun balik bertanya kepada Unilinkrc.info, negara-negara mana yg perkembangan motor listriknya baik? Amerika Serikat mungkin saja, dengan Zero Motorcycles dan dua merek lain. Namun Loman menyatakan bahwa pasarnya masih sangat kecil.

”Taiwan mungkin juga cukup baik. Charging station banyak, tapi tetap harganya mahal, dan orang di sana berkomuternya tak seperti orang kita. Lalu, merek mobil listrik mana yg paling laku? Mungkin Tesla, tetapi kan harganya mahal, seperti toys (mainan) orang kaya,” ujar Loman.

Harapannya agar lebih murah buat diterapkan di Indonesia, satu-satunya adalah ditemukannya teknologi yg lebih canggih. Seperti ponsel yg ketika ini dapat lebih murah.

Sumber: http://otomotif.kompas.com