Kerjasama Indonesia-Australia, Bisa Bawa Berkah Industri Otomotif

By | February 28, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Sempat mengalami ketegangan, Indonesia dan Australia ketika ini telah kembali mencair. Saat ini, trkait kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ke sana, keduanya bakal membuka kesempatan kerjasama.

Dibungkus dalam skema Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement  (IACEPA), kerjasama ekonomi kedua negara diharapkan mampu saling mendukung. Jika goal, ternyata ini juga dapat membawa berkah bagi industri otomotif tanah air.

“Di Australia, konsumsi domestiknya per tahun dapat mencapai 1,2 juta unit, di mana membuatnya cukup menarik buat menjadi sasaran ekspor. Lebih lagi di sana telah tak ada lagi pabrik, cuma industri komponen saja, dan sampai ketika ini belum sama sekali ekspor,” ujar Johannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraaan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kepada Unilinkrc.info, Senin (27/2/2017).

Nangoi menambahkan, kalau produk produk yg dihasilkan oleh Indonesia harus juga menyesuaikan dengan Australia. Selain buat menarik konsumen Australia, ini bakal menjadi senjata produk otomotif Indonesia bagi mampu berkompetisi di sana.

“Menyamakan seperti Euro4, di mana Indonesia masih Euro2. Kemudian standar keamanan atau yg lainnya yg juga disesuaikan. Ini jadi peluang bisnis yg cukup baik, di mana kalian cukup dekat dengan mereka, sehingga biaya transportasi dan akmodasi dapat tak terlalu besar,” ujar Nangoi.

Dari hasil penghitungan penjualan yg dikutip Caradvice, pada Juli 2016 lalu, penjualan mobil di Australia didominasi oleh model buatan Thailand (23.802 unit pada Juli 2016), sementara posisi kedua pasokan Jepang.

Produk yang berasal Thailand bahkan juga mengalami kenaikan 26 persen pada periode Juli 2016. Ini lantaran kerjasama free-trade agreement (FTA)  yang telah terjalin antara keduanya. Model mobil yg dbuat di Thailand yg memiliki sumbangsih penjualan terbesar, di antaranya Toyota Hilux, Ford Ranger, Mitsubishi Triton, Holden Colorado, Isuzu D-Max, Mazda BT-50, dan Nissan Navara.

Sumber: http://otomotif.kompas.com