Kondisi Mesin Bensin Ketika Pakai Oli Diesel

By | September 27, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Produk oli yg dirancang mampu digunakan buat mesin bensin dan diesel telah banyak beredar. Meski begitu tak segala konsumen mau menggunakannya selain itu juga belum banyak bengkel ingin merekomendasikan.

Biar tak salah, cara mengidentifikasi oli spesifikasi mesin bensin dan diesel dilihat dari kode API (American Petrolium Institute) pada kemasan. Kode bagi mesin bensin diawali huruf “S”, misalnya SE, SF, SM. Sedangkan untuk diesel dimulai huruf “C”, misalnya CA, CB, CC, CD.

Oli yg mampu dipakai mesin bensin dan diesel milik beberapa ciri khas kode, misalnya SH/CD, SL/CF, atau CF/SJ. Jika melihat kode seperti itu tertera pada kemasan berarti oli boleh dituang ke mesin bensin atau diesel, tentu lebih dahulu pastikan sesuai dengan keadaan mesin.

Boediarto, Head of Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Technical Service Department PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Jumat (23/9/2016), menjelaskan, sebagian besar masyarakat belum terbiasa dengan oli seperti itu. Jadi masih banyak yg ragu.

“Biasanya produk begini ada di aftermarket. Walau begitu tak seluruh bengkel mau menerapkan seperti itu. Ada yg bilang kan kalau olinya salah takutnya mesin rusak. Sebenarnya mesin tak didesain cepat rusak sepeti itu,”

“Saya menyarankan boleh saja kalau terpaksa. Misalnya di jalanan mobil kurang oli tetapi tak ada bengkel, oli itu mampu ditambahkan,” ucap Boediarto. 

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply