Konsekuensi Isi Solar Biasa Di Mesin Diesel Mercy

By | November 18, 2016

Denpasar, Unilinkrc.info – PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) akan membanjiri produk bermesin dieselnya di Tanah Air. Beberapa model dari tipe SUV, sedan, dan Van telah dikenalkan dan diluncurkan sejak dua waktu lalu.

Meski mengusung mesin diesel, bukan berarti mobil tersebut mampu sembarang menenggak seluruh macam solar. Yudi Lesmana, Product Management Departement Manager MBI, menjelaskan, cuma ada sesuatu macam solar yg dianjurkan bagi konsumen Mercy di Indonesia.

“Kita bawa mesin sesuai standar Eropa, Euro 4. Karena itu bahan bakar yg digunakan harus milik spesifikasi tertentu, dan ketika ini yg bisa memenuhi standar mesin diesel Mercedes-Benz di Indonesia cuma Pertamina Dex,” ucap Yudi ketika berbincang dengan Unilinkrc.info di Bali, Kamis (17/11/2016).

Menurutnya, solar yg yg digunakan mesin diesel Mercedes-Benz harus memiliki dua faktor. Diantaranya adalah tingkat kandungan sulfur dan cetane number.  

“Ada dua faktor, pertama itu dari nilai sulfur harus dibawah 500 ppm, dan nilai cetane harus di atas 48. Hal ini berguna buat memberikan performa serta menjaga usia pakai mesin itu sendiri,” kata Yudi.

Rekomendasi tersebut didapat dari hasil studi yg dikerjakan pada 2008 memakai unit GL350. Dari keseluruhan yg pengujian, yg cocok dan direkomendasikan cuma Pertamina Dex.

Febri Ardani/Unilinkrc.info New V-Class jadi bintang di stan Mercedes-Benz di IIMS 2016.

Garansi Hangus

Lalu bagaimana bila memakai Solar biasa ? menjawab hal ini, Yudi menerangkan konsekuensinya akan dari performa mesin yg menurun sampai timbulnya persoalan kerusakan pada mesin.

Bahkan Mercedes-Benz bersiap menetapkan garansi mobil konsumen, bila didapati adanya kerusakan pada mesin akibat penggunaan bahan bakar yg tak sesuai.

“Kita tak merekomendasikan konsumen mengisi bahan bakar selain yg kita anjurkan, bila ketahuan dan terlihat maka garansi mulai kami cut,” ucap Yudi.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply