KPPU Tambah Denda Yamaha, Kurangi Honda

By | February 20, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Majelishakim dalam sidang pembacaan putusan dugaan kartel, Senin (20/2/2017), menyebut pihak terlapor I, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), sudah menyajikan data yg salah pada presentasi di persidangan sebelumnya. Atas prilaku itu, YIMM dikenakaan denda tambahan 50 persen dari besaran proporsi denda.

YIMM dan terlapor II, Astra Honda Motor (AHM) sudah dinyatakan terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Pasal 5 yg isinya, “(1) Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya bagi memutuskan harga atas suatu barang dan atau jasa yg harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yg sama.”

Berdasarkan pasal 47 ayat g dalam UU tersebut disebutkan pengeaan denda sebagai hukuman paling rendah Rp 1 miliar dan tertinggi Rp 25 miliar.

“Selama proses persidangan majelis komisi menilai terlapor I manipulatif dalam menyajikan data. Selain itu terlapor I juga tak koperatif dalam menghadirkan saksi Presiden Direktur,” ucap anggota majelis komisi.

Total denda yg dikenakan bagi YIMM menjadi Rp 25 miliar. Denda itu telah termasuk denda tambahan 50 persen dari besaran proporsi denda.

Beda dari YIMM, majelis komisi memberikan keringanan untuk AHM yakni pengurangan 10 persen dari besaran proporsi denda karena dinilai sudah kooperatif selama persidangan dengan menghadirkan saksi Presiden Direktur AHM.

Total denda untuk AHM sebesar Rp 22,5 miliar, termasuk pengurangan 10 persen dari besaran proporsi denda

Sumber: http://otomotif.kompas.com