Lampu Hijau Pemerintah Untuk Industri “Aftermarket”

By | February 25, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Melihat besarnya potensi industri purna jual (aftermarket) pendukung otomotif, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengklaim bersiap memberikan dukungan penuh. Adanya pameran AutoPro, diharapkan dapat menciptakan simbiosis yg berkelanjutan antara pebisnis aftermarket, produsen mobil, dan inovator alias pemodifikasi.

Yan Sibarang Tandiele selaku D‎irektur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, menjelaskan bahwa otomotif yaitu industri unggulan yg berkontribusi cukup besar untuk perekonomian negara.

“Industri otomotif ini memiliki multiplier effect yg cukup besar. Tidak cuma bicara mengenai membuat mobil atau car maker saja, tetapi di dalamnya ada bisnis yg besarnya luar biasa yakni aftermarket,” ucap Yan dalam seremoni pembukaan AutoPro di Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Acara ini, lanjut Yan, menjadi momen bagi akan memacu industri otomotif yg sejalan dengan kebijakan pemerintah. Diharapkan ada penyamaan visi karena dunia otomotif cakupannya luas dan tak lepas dari komponen pendukung seperti aftermarket dan modifikasi.

Stanly/Unilinkrc.info Stiker Tackwrap di ajang AutoPro 2017

Tingginya kebutuhan transportasi di Indonesia dianggap Yan menjadi peluang guna memajukan bisnis aftermarket. Meski baru ajang perdana, namun pemerintah berharap ada sinergi yg terbentuk sebagai langkah positif di masa mendatang.

“Seperti diketahui, dua tahun belakangan dunia termasuk Indonesia mengalami persoalan ekonomi yg kuran baik. Tapi kalian (Indonesia) masih bita tumbuh di atas lima persen dengan kontribusi signifikan dari sektor otomotif. Dengan berjalan bersama otomatis hal ini dapat ditingkatkan lagi,” katar Yan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com