Masih Penasaran Dengan ”Eco Driving”? Ini Kuncinya

By | December 8, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Sudah bukan zamannya kebut-kebutan, di tengah keadaan jalan yg semakin hari kian padat. Pengguna mobil kini akan mengikuti tren yg mampu jadi lebih berguna, yakni mengemudi irit alias Eco Driving.

Beberapa kali dijabarkan soal metode pengemudian ini, terkait dengan teknik. Namun, menurut Sugihendi, Trainer Nissan Academy PT Nissan Motor Indonesia, justru hal paling utama adalah dalam eco driving adalah mindset.

”50 persen faktor penentu adalah pola pokir, dapat nggak mengendalikan emosi? Buat sebagian orang memang susah, dan itu perlu latihan,” ucap Sugihendi, dalam sebuah kesempatan di Bandung, belum lama ini.

Tak cuma pola pikir, Hendi juga menekankan soal cuaca. Ketika suhu makin rendah, kerapatan udara dikatakan makin bagus. Oksigen yg masuk ke ruang bakar makin meeting dan ini semakin menyempurnakan pembakaran.

”Misalnya, mengemudi malam hari mulai lebih irit ketimbang siang. Tidak dapat dilawan. Ini otomatis,” kata Hendi.

Buat yg ingin me-review apa saja teknik yg dibutuhkan, Hendi memaparkan dua hal berikut ini sebagai kunci:

1. Injak gas secara halus. Jika mobil bertransmisi manual, secepat mungkin oper gigi. Kalau transmisi otomatis, tahan di putaran mesin tidak lebih dari 2.000 rpm.
2. Antisipasi dahulu lintas. Kadang kami suka lupa injak gas tanpa melihat situasi di depan. Padahal, mengurangi pengereman justru menjadi kunci mengemudi irit.
3. Jangan main setengah kopling bagi pengguna mobil bertransmisi manual. Tenaga mesin mulai terbuang, otomatis bahan bakar juga ikut boros.
4. Engine brake. Selalu pakai kalau memungkinkan. Gunakan semaksimal mungkin.
5. Pertahankan kecepatan konstan di jalur bebas hambatan.
6. Usahakan jangan idle terlalu lama alias stasioner. Memang, ada keadaan yg harus begitu, termasuk ketika berhenti di lampu merah.
7. AC. Kompresor ambil tenaga dari mesin. Semakin lama hidup, bahan bakar yg disedot semaki banyak. Temperatur tidak perlu digeser sampai paling dingin, secukupnya saja agar kompresor tidak banyak bekerja. Blower tak mulai berpengaruh.
8. Tutup jendela pada kecepatan tinggi. Jalan di atas 100 kpj, kaca terbuka. Berisik angin masuk menjadi hambatan.
9. Jangan agresif. Ini yg paling suli, tapi justru paling penting. Tahan emosi di jalan otomatis membuat pengendaraan tak agresif.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply