Menanti Lampu Hijau LCGC Untuk Taksi “Online”

By | January 11, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Pemerintah bersiap merevisi regulasi Peraturan Menteri Perhubungan No 32 Tahun 2016, tentang mengenai pembatasan kubikasi mesin taksi online. Regulasi sebelumnya tertulis kalau kendaraan yg digunakan minimal wajib 1.300 cc ke atas, maka dalam revisi baru nanti mulai ada rencanan penurunan. 

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto, menjelaskan bahwa ketika proses tersebut masih dalam tahap penyelesaian.

“Namanya revisi kami melihat dan mendengar tanggapan serta saran, salah satunya memang wacana menurunkan kubikasi mesin. PM 32-nya sedang kalian bahas, bagaimana pendapat finalisasi, dapat turun atau tidak, itu nanti keputusannya,” ucap Pudji ketika dihubungi Unilinkrc.info, Rabu (11/1/2016).

Dalam melakukan revisi, lanjut Pudji, pihaknya mendengar seluruh saran dan masukkan. Bila syaratnya dapat diakomodir kemungkinan besar pembatasan mesin bagi taksi online mampu turun hingga 1.000 cc.

Bila benar demikian, mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) yg notabenya memakai mesin di bawah 1.300 cc mampu kembali beroperasi sebagai taksi berbasis aplikasi.

Jessi Carina GrabTaxi kini berubah nama menjadi Grab. Selain itu, logo aplikasi ini juga berubah.

“Kita melihat semuanya, tinggal bagaimana nanti, apakah ada aturan atau regulasi baru, atau nanti ada persyaratan lain. Bila dari sisi nyaman, telah nyaman, kalau mengikuti batas mobil penumpang yg layik dari produsen memang sampai 1.000 cc,” kata Pudji.

Sedangkan saat ditanya kapan revisi baru tersbut mulai diputuskan, Pudji cuma menyampaikan dalam waktu dekat. “Finalisasi kalian harap mampu secepatnya, kemungkinan besar akhir bulan nanti,” kata Pudji.

Sumber: http://otomotif.kompas.com