Mengapa “Drag Bike” Otomania?

By | September 5, 2016

Tangerang, Unilinkrc.info – PT Kompas Cyber Media (KCM) lewat salah sesuatu media, Otomania, baru saja menghelat acara perdananya dalam dunia otomotif, yakni Otomania Speed Zone di di lintasan non-permanen BEZ Auto Center, Paramount Land Gading Serpong, akhir minggu lalu. Acara berkonsep balap sepeda motor lintasan lurus, alias drag bike dipilih bagi menyalurkan minat anak-anak muda pada dunia sport ini.

Andy Budiman, Kompas Gramedia Digital Group Director mengatakan, ajang ini sengaja diciptakan karena kekhawatiran terhadap jumlah kecelakaan yg terjadi di Indonesia selalu meningkat. Sepeda motor menjadi kendaraan dengan tingkat keterlibatan terbesar, sehingga ajang ini dibuat sebagai fasilitas untuk mereka yg suka balap liar.

“Kami juga menyerukan kampanye Gerakan Tertib Berlalu-lintas (Gatel) dalam acara ini agar tujuan penting menjadikan jalan raya di Indonesia lebih aman di masa depan,” kata Andy dalam sambutan Otomania Speed Zone 2016, Tangerang, Minggu (4/9/2016).

Data dari Polda Metro Jaya memamerkan kalau jumlah kecelakaan dahulu lintas yg terjadi di Jakarta pada Agustus tercatat 523 kejadian, naik 12 persen dari bulan sebelumnya, hanya 473 kasus. Jumlah korban meninggal dunia tercatat 51 orang, dengan hitungan kerugian mencapai Rp 1,8 miliar. Dari segala kejadian, sepeda motor tercatat peringkat pertama, sebagai macam kendaraan yg terlibat.

Otomania/Setyo Adi Kampanye GATEL Otomania di Gading Serpong

Kelas Standar

Aris Harvenda, Managing Editor Otomania, menjelaskan, konsep drag bike sengaja dipilih karena adanya fenomena yg terjadi pada masyarakat, hampir diseluruh jalan raya Indonesia. Fenomena ini berjuluk, “pebalap lampu merah”.

“Pasti ada saja, kalau di lampu merah, setelah hijau, pebalap-pebalap motor dadakan saling bejek gas dengan sesamanya. Fenomena ini membuat kalian menetapkan ajang drag bike yg paling cocok bagi menyalurkan ini,” kata Aris.

Caranya seperti apa, meskipun menampilkan kelas-kelas kejuaraan, sesuai dengan ketentuan Ikatan Motor Indonesia (IMI), ajang Otomania Speed Zone juga membuka kelas menarik, seperti bebek dan sport standar. Kelas ini sengaja diciptakan untuk mereka yg milik sepeda motor standar, tapi mau membuktikan skill berkendaranya saat di atas motor.

“Memang animonya masih kurang dan mulai jadi pekerjaan rumah kita. Tapi, ke depan cita-citanya adalah menciptakan balap yg fokus pada motor standar, keluaran pabrikan. Jadi siapa saja mampu ikutan balapan,” kata Aris.

Ajang “Otomania Speed Zone Drag Bike 2016” ini diikuti 250 starter dari 15 kelas.

Otomania/Setyo Adi Otomania Speed Zone Dragbike 2016

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply