Mengapa Toyota Calya Mudah Populer? Ini Jawabannya!

By | September 22, 2016

Sesuai prediksi, penjualan Astra Toyota Calya meroket, sejak diluncurkan 2 Agustus silam. Saat ini jumlah pemesan (SPK) Calya mencapai 21.700 unit per 10 September lalu. Padahal pabriknya di Karawang, Jawa Barat, cuma didesain berproduksi 8.000 unit per bulan, karena harus berbagi dengan saudara kembarnya, Astra Daihatsu Sigra.

“Masa tunggu atau inden Calya antara sesuatu dan beberapa bulan. Untuk mobil baru termasuk wajar. Namun, kalian berkomunikasi secara intens dengan pabrikan supaya mampu memenuhi permintaan. Kami juga mulai minta volume produksi ditingkatkan hingga 9.000 unit pada September ini dan 10.000 di bulan berikutnya,” ujar Anton Jimmy, Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor, di sela media test drive Calya di Semarang-Solo, minggu lalu.

Mengapa Calya gampang populer?

Popularitas Calya dalam waktu singkat sejatinya gampang ditebak. Dengan segmentasi entry multipurpose vehicle (MPV) dan sebagai adiknya Avanza, Calya persis berada di posisi Avanza dan Xenia ketika booming, 12 tahun silam. Data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per Agustus 2016 buktinya. Calya terjual 9.241 unit, jauh meninggalkan Datsun Go+, pemain pertama di segmen entry MPV 7 penumpang, yg cuma terjual 1.364 unit.

Bahkan di level dealer, ada semacam kontes adu cepat jualan Calya di antara tenaga penjual/sales.

“Jualan Calya mudah, kayak kacang goreng. Bahkan antar-sales ada kontes-kontesan segala, siapa yg jualan paling banyak. aku saja telah jual 13 unit di September ini,” ujar seorang sales Toyota yg tak mau disebutkan namanya kepada Merdeka.com, baru-baru ini.

Melihat ke belakang sejenak, duet Avanza-Xenia diluncurkan pada November 2003, tetapi distribusi ke tangan konsumen baru terjadi pada Januari-Februari 2004. Ada inden sekitar 2-3 bulan. Saat itu Avanza dibuat sebagai mobil keluarga dengan harga masuk akal, seperti harga Toyota Kijang naik hingga tiga kali lipat menjadi Rp 180 jutaan, akibat krisis moneter di 1998/1999.

Dengan positioning di bawah Toyota Kijang, Avanza yg dibanderol sekitar Rp 70 jutaan tetapi dengan kemampuan ‘setara’ Kijang sontak menarik perhatian konsumen otomotif. Dari target cuma 2.000-5.000 unit per bulan, siapa sangka penjualan Avanza dapat tembus 15 ribu unit per bulan, tanpa pesaing sesuatu pun. Tapi kini rata-rata penjualannya sekitar 10.000 unit per bulan dengan pesaing kian ramai.

Reputasi besar Toyota, dukungan jaringan bengkel di segala Indonesia, ketersediaan suku cadang dengan harga terjangkau, dilihat konsumen sebagai jaminan ketika itu. Hal serupa juga dilihat konsumen sekarang, ketika Calya diluncurkan. Inilah kunci sukses Avanza yg diestafetkan ke Calya.

Apalagi spesifikasi Calya, seandainya dibandingkan Avanza generasi pertama, jauh lebih advance, seperti sistem pengereman ABS, auto speed lock, dan auto cut headlamp. Masih dengan konsep Indonesia, Calya menawarkan ground clearance tinggi, kapasitas 7 penumpang, bagasi cukup luas, mesin anyar 1.200 cc dual VVT-i, meskipun berpenggerak roda depan.

Namun, ibarat musim tanam, masa panen Calya sebenarnya masih jauh, karena baru beberapa bulan beredar di pasar. Bisa jadi Calya mulai melampaui penjualan sang kakak, Avanza, dan berhak merebut label sebagai mobil sejuta umat di Indonesia, tetapi dapat juga sebaliknya. Setuju?Baca juga:
Jika Calya dipesan 21.700 unit, Daihatsu Sigra baru 12.414
Toyota kuasai segala segmen MPV selama Agustus
Toyota kian kuat dengan pangsa pasar 37,8 persen di Agustus
Fitur Auto Cut di Calya, bikin aki lebih awet
Toyota Calya rebut hati konsumen Yogyakarta

Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply