Mengenal CEV, Tempat Belajarnya Para Pebalap Dunia

By | October 1, 2016

Jerez, Unilinkrc.info – Spanyol adalah salah sesuatu negara yg rajin melahirkan para pebalap hebat di dunia yg berlaga di MotoGP. Sebut saja Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Dani Pedrosa, Maverick Vinales, Aleix dan Pol Espargaro atau masih banyak lagi rider yang berasal Negeri Matador lainnya di ajang balapan MotoGP.

Mengapa demikian? Ternyata balapan sepeda motor sangat terkenal di Negeri Matador ini. Indikatornya adalah, dari kalender MotoGP, Moto2 dan Moto3 yg berlangsung selama sesuatu musim, Spanyol empat kali menjadi tuan rumah, yakni di Jerez, Barcelona, Aragorn dan Valencia.

Tidak cuma itu, agenda balapan sepeda motor juga terbilang padat di negara ini. Salah satunya adalah CEV atau Campeonato de Espana de Velocidad. Ini adalah agenda balapan sepeda motor yg masuk dalam kalendar FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme).

Ada banyak kelas yg dilombakan di CEV FIM ini, tetapi yg bergengsi adalah Moto2 Yunior dan Moto3 Yunior. Di beberapa kelas ini, ada beberapa pebalap Indonesia yg tampil membela Astra Honda Racing Team. Pada kelas Moto3 ada Andi Gilang sementara di Moto2 ada Dimas Ekky Pratama.

Kali ini, keduanya mulai tampil di seri keenam yg berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir minggu ini. Sampai seri kelima yg digelar di Portugal, Agustus lalu, Dimas Ekky telah mengumpulkan 55 poin dengan duduk di posisi 7 dari 27 pebalap. Sementara Andi Gilang ada di posisi 26 dari 31 pebalap.
 
“Saya belum pernah balapan di Jerez, tetapi dengan melihat  lay-outnya, aku suka karena sesuai dengan gaya balap saya. Saya mulai berusaha mencari settingan terbaik sejak hari pertama. Target aku berjuang mendapatkan poin, bahkan menggapai podium,” ujar Andi Gilang.

Sementara itu, Dimas Ekky yg mulai bertanding di kelas Moto2 telah mempunyai  gambaran tentang Jerez. Dimas sempat mengalami kecelakaan hebat ketika latihan pra musim tahun dahulu yg membuatnya  menjalani  operasi pada jari  tangan.

“Saat balapan di Jerez tahun lalu, aku masih dalam keadaan pemulihan akibat kecelakaan, makanya aku tak dapat balapan dengan maksimal. Selain itu, kita juga dihadapkan dengan persoalan suhu dingin dan angin yg berhembus kencang. Berbekal pengalaman balap sebelumnya termasuk di Portimao, aku percaya mampu menghadapinya dan dapat bertarung lagi di grup pebalap terdepan,” ujar Dimas Ekky.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply