Menghadapi Lubang Di Jalan, Ini Kuncinya

By | October 21, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Lubang di jalan yaitu ancaman yg perlu diwaspadai saat berkendara, terutama untuk pesepeda motor. Berbeda dengan mobil,  di mana seandainya menghantam lubang kemungkinan cuma rusak komponen, tetapi kalau sepeda motor mampu lebih parah, merupakan berisiko kecelekaan sampai kehilangan nyawa.

Namun, apa ada jurus yg tepat saat menghadapi lubang, apalagi dalam kecepatan tinggi? Hendrik Ferianto, Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM) memberikan dua rekomendasi.

“Cara ini memang tak menyelamatkan dari kerusakan tetapi paling tak meminimalisasi, dan memperkecil kemungkinan tergelincir karena lubang. Saya mencoba berikan dua tips menghadapi lubang, ketika sepeda motor melaju dengan kecepatan di atas 30 kmj atau 40 kpj,” ujar Hendrik, Kamis (13/10/2016).

Pertama, ketika sadar mulai menghadapi lubang, lakukan pengereman persis sebelum masuk lubang. Namun, pengereman tak dikerjakan selalu menerus sampai berhenti, tapi cuma buat mengurangi kecepatan, sebelum menghantam lubang.

“Pengereman dikerjakan tergantung keadaan jalan, seandainya berpasir dan tanah cukup pergunakan rem belakang, buat menghindari tergelncir dan hilangnya traksi ban depan. Namun, seandainya keadaan jalan normal maka aktifkan keduanya bersamaan (depan dan belakang).

Kedua, lepas rem saat sepeda motor mulai benar-benar masuk lubang, dan biarkan sepeda motor melaluinya dengan roda yg masih berputar. Ini mulai mengurangi beban tekanan yg diterima ban, suspensi dan pelek, sehingga kerusakannya tak fatal. Namun jangan lupa, keadaan badan upayakan berdiri, agar tubuh terutama mata tetap stabil dan tak terpengaruh goncangan kuat harena menghantam lubang.

“Biarkan sepeda motor masuk lubang dengan ban yg berputar. Ini mulai mengurangi kerusakan pada pelek atau speleng. Seperti dalam teknik parkour, saat melompat dari ketinggian, merek tak diam saja ketika kaki menapak tanah, tetapi dengan gerakan sembari berguling. Karena ini mulai mengurangi beban tekanan yg diterima kaki, sehingga tak membuatnya patah,” kata Hendrik.

Ketiga, jangan panik. Karena hampir seluruh pengendara yg terjatuh karena lubang, umumnya mereka panik (mentalnya tak bagus). “Mereka cenderung melakukan upaya yg spontan tanpa dipikirkan, salah satunya menekan rem habis-habisan, atau tiba-tiba bermanuver buat menghindari lubang, padahal di kanan atau kiri jalan ada kendaraan lain, yg akhirnya tabrakan,” ujar Hendrik.

“Intinya dalam menghadapi lubang, kurangi kecepatan, biarkan sepeda motor masuk lubang dengan kondiri roda tetap berputar atau mengalir. Dengan itu dampak negatifnya mulai berkurang,” ujar Hendrik.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply