Merasakan Arti Total Control Di Honda CBR250RR

By | November 17, 2016

Kuta, Unilinkrc.info – Apa yg Anda harapkan dari Sepeda Motor Sport 250 cc? Tenaga yg lumayan besar dibandingkan sepeda motor pada umumnya, penampilan racing layaknya motor balap, dengan handling mumpuni bagi sekedar dapat merebah di tikungan?

Kebanyakan motor sport 250 cc menawarkan segala itu, meskipun dengan kapasitas mesin yg “tanggung”, setidaknya masih unggul di jalan raya. Semua produsen yg bermain di segmen ini rata-rata menyebut produknya memiliki DNA balap.

Bagaimana dengan All-New Honda CBR250RR yg baru saja diluncurkan PT Astra Honda Motor (AHM)? AHM segera menyematkan tagline Total Control pada CBR250RR ini.

“Sulit buat dijelaskan, tetapi dengan perubahan yg kita berikan, Anda harus merasakan sendiri apa itu yg dimaksud Total Control,” jelas Koji Sugita, Direktur Marketing PT AHM, kepada Unilinkrc.info, ketika test ride di Kuta, Bali, minggu lalu.

Unilinkrc.info berkesempatan menjajal CBR250RR di Kuta, Bali. Jelas ini menjadi kesempatan langka bagi merasakan performa segera motor sport 250 cc itu di jalan raya. Tentunya dengan mencari apa yg dimaksud dengan Total Control.

Istimewa Tes All-New Honda CBR250RR

Awak redaksi mendapatkan model dengan warna Mat Gunpowder Black Metallic dengan tipe ABS (Anti-Lock Braking System). Rasa penasaran pertama adalah posisi berkendara, dengan memperkirakan “segitiga berkendara”, jok, posisi kaki, dan setang.

Hasilnya posisi duduk cukup menunduk tetapi tak terlalu “nungging”, dan tetap bergaya balap. Batang kemudi terikat di suspensi up-side down merek Showa. Posisi kaki tak terlalu ke belakang dan ketinggian jok yg cukup bagi rata-rata postur orang Indonesia. Tinggi jok 790 mm dan jarak terendah ke aspal 145 mm. Bobot motor tipe ABS 168 kilogram.

Kesan pertama ketika baru saja duduk di atas jok dan memulai berkendara, CBR250RR ini terbilang enteng. Namun itu belum menjawab seluruh soal handling karena perjalanan relatif masih bersua jalan lurus. Awak redaksi memanfaatkan momen ini untuk menjajal segala mode berkendara, merasakan akselerasi, dan kecepatan. (Ini mulai dibahas di artikel berbeda).

Istimewa Tes All-New Honda CBR250RR di Bali

Perjalanan menuju Singaraja melewati Danau Batur, dengan kontur menanjak serta tikungan tajam. Inilah yg ditunggu-tunggu. Unilinkrc.info berada di grup pertama yg berisikan jajaran direksi AHM dan jurnalis. Para peserta di grup 1 ini terbilang milik gaya berkendara yg “sangar”, dan tidak segan melibas tikungan sampai rebah.

Ada kesan khawatir motor tak mau diajak kompromi ketika dibawa menikung. Ternyata jawabannya tidak. CBR250RR seakan nurut diajak bodi rider bagi mengambil tikungan. Saat bersua tikungan S, sangat gampang counter balik. Mirip-mirip riding dengan CBR150R atau CB150R.

Rahasianya ada di penggunaan rangka teralis dan sistem suspensi depan Inverted Telescopic serta suspensi belakang monoshock dengan lengan ayun alumunium. Titik gravitasi motor juga di-setting dengan sempurna.

Bagaimana dengan sistem pengereman? Rem depan Hidraulic Disc, Dual Piston dengan ABS dan belakang Hidraulic Disc, Single Piston juga dengan ABS. Sesekali awak redaksi mencoba rem mendadak, tanda ABS bekerja yakni adanya getaran di tuas rem. Badan seakan terlempar ke depan, tetapi motor masih dalam status aman tanpa gejala sliding.

Kesimpulannya, selain dimanja dengan mode berkendara, Honda bisa meracik CBR250RR menjadi motor yg gampang dikendalikan, layaknya bawa motor dengan spek 150cc. Ini yg dimaksud dengan Total Control, dimana CBR250RR dirancang dapat dengan mudah dikendarai segala orang.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply