Nada Sumbang Nyanyian Kartel Yamaha-Honda

By | December 26, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Walau di ranah otomotif KPPU  pernah membuktikan adanya kartel enam perusahaan ban di Indonesia, tak seluruh perkara dapat diselesaikan mulus. Perkara dugaan kartel yg kini dihadapi Yamaha dan Honda di Indonesia belum juga menunjukan bukti kuat.

Menurut mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Sutrisno Iwantono, kartel di Indonesia sulit dibuktikan. Pria yg menjabat Ketua pada 2002 – 2003 dan 2004 – 2005 itu menjelaskan keputusan KPPU membawa terduga ke persidangan seharusnya mempertimbangkan dampak yang lain merupakan mampu memengaruhi reputasi pelaku usaha.

Sama seperti koruptor, walau belum terbukti bersalah oleh hakim, pihak yg menjalani persidangan dapat terasumsi masyarakat benar sebagai koruptor.

“Dari pengalaman di negara lain, pembuktian kartel itu sangat sulit. Saya lima tahun lebih di KPPU tak pernah menangani kartel karena kalian anggap memang kami tak cukup canggih bagi itu. Kalau tidak, itu cuma mulai menimbulkan gangguan iklim investasi,” kata Sutrisno, dalam Diskusi Pasang Surut Industri Otomotif di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Kasus kartel selama ini banyak yg bersumber dari inisiatif KPPU, termasuk masalah Yamaha dan Honda. Itu artinya KPPU yaitu pelapor. “Dulu kami sangat teguh, harus bermutu. Masa kita yg menjadi pelapor ujung-ujungnya dibebaskan. Berarti nanti laporan kita cuma bagi mengganggu iklim,” ujar Sutrisno.

Dampak nama perusahaan menjadi tertuduh kartel sangat luar biasa, sampai memengaruhi investor. “Perusahaan besar, apalagi telah go public, begitu dituduh kartel di pasar modal pasti drop. Sahamnya pasti turun, yg rugi kan investor,” kata Sutrisno.

Tanggapan juga tiba dari mantan Komisioner KPPU pada 2000 – 2006 Faisal Basri. Dia menjelaskan ada indikasi KPPU salah diagnosa soal masalah Yamaha dan Honda.

“Jadi, kalian berharap KPPU meningkatkan persaingan usaha sehat bukan menjadi ajang bagi sedemikian gampang menyalahkan pihak. Mengingat, mungkin seluruh perkara kartel itu inisiatif KPPU. Kalau inisiatif harus lebih bertanggung jawab,” papar Faisal.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply