Nasib Pabrik Mobil Di Inggris Tanpa Kepastian

By | October 1, 2016

Coventry, Unilinkrc.info – Merek mobil yang berasal Inggris Jaguar Land Rover (JLR) lagi berpikir ulang, terkait dengan rencana penambahan investasi di Inggris. Pertimbangan ini muncul pasca keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa yg berpengaruh segera pada keadaan ekonomi dalam negeri.

Sementara kepastian mengenai hubungan diplomatik dan ekonomi, antara Inggris dan Uni Eropa belum dibicarakan serius, sampai tahun 2017. Kondisi ini juga membuat kekhawatiran produsen mobil di Inggris memuncak. Wacananya, bakal ditetapkan aturan baru mengenai tarif ekspor mobil dari Inggris ke negara yang lain di Eropa.

Ralf Speth, Chief Executive JLR menyampaikan kalau para produsen kendaraan roda empat, sedang mengalami kegalauan terkait tarif tersebut. Khusus JLR, dirinya memiliki beberapa beban tarif, bagi ekspor dan impor komponen. Tarif tersebut dikhawatirkan mulai semakin membebani biaya produksi.

“Jika kita menghadapi tarif yg lebih tinggi, dibanding dari produsen lain. Maka itu cukup jelas mulai mengurangi daya saing produk kami, terutama di pasar Eropa,” ujar Speth, dikutip dari Reuters, Jumat (30/9/2016).

Kondisi ini juga dialami oleh merek mobil yang lain yg ada di Inggris. Sebelumnya, pihak Nissan telah memberikan ultimatum mulai mengentikan investasi, seandainya pihak Inggris tak komitmen bagi memberikan kepastian terkait tarif dan kompensasinya, bagi setiap mobil yg diproduksi di Inggris.

Speth juga menambahkan pernyataan Nissan, yg disampaikan oleh Bos Nissan, Carlos Ghosn, Kamis (29/9/2016), di mana Brexit (Birtish Exit/keluarnya Inggris dari Uni Eropa) diharapkan mampu memberikan keadilan merata.

Toyota dan Nissan sama-sama mengatakan kalau tarif itu nantinya mampu membebani biaya produksi. Sementara Volkswagen dan Skoda, mengingatkan Inggris buat mampu memperjelas situasi secepat mungkin.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply