Pabrik Ban Gajah Tunggal Bangun Taman Diponegoro Di Jakarta

By | October 25, 2016

Diskon RP 350,000 cuma di Pergi.com PT Gajah Tunggal Tbk yg dikenal sebagai pabrik ban terbesar dan terintegrasi di Asia Tenggara konsisten melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR) bidang lingkungan hidup. Setelah membuat ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Kembangan, Jakarta Barat, pada tahun lalu, kini pabrikan ban kendaraan bermotor ini membangun ruang terbuka hijau alias Taman Diponegoro-Gajah Tunggal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, kemarin (20/10), Taman Diponegoro-Gajah Tunggal menghabiskan biaya Rp 1-5-1,6 miliar. Sementara waktu pengerjaannya 2,5 bulan sejak pertengahan Juli dulu di aset lahan punya pemerintah provinsi DKI Jakarta.

Budhi Santoso Tanasaleh, Presiden Direktur Gajah Tunggal, menyampaikan melihat tren masyarakat Indonesia yg makin menyenangi gaya hidup yg sehat, maka perseroan ingin melakukan satu yg bermanfaat buat masyarakat. Taman ini terletak persis di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta Pusat. Seluas kurang lebih 2.000 meter persegi, taman ini menyediakan sarana berolah raga buat semua umur buat jogging, senam, dan tempat bermain anak.

“Beberapa materi di Taman Diponegoro dibuat dari daur ulang, seperti tempat duduk yg dibuat dari ban bekas,” ujar Budhi, kemarin.

Catharina Widjaja, Direktur Corporate Communication & Investor Relation Gajah Tunggal, berharap dengan adanya fasilitas Taman Diponegoro-Gajah Tunggal, tak cuma warga sekitar yg mampu menikmati taman ini. Namun, juga masyarakat yang lain juga bisa merasakan manfaat fasilitas yg tersedia.

“Pembangunan Taman Terbuka Hijau ini sejalan dengan misi CSR Gajah Tunggal terutama dalam lingkungan hidup demi mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG),” ucapnya.

General Manager Sales & Retail Gajah Tunggal Arijanto Notorahardjo menambahkan, yg menarik dua fasilitas taman ini memakai ban daur ulang, seperti buat tempat duduk, tempat sampah, dan lain-lain. Ini menjadi penting, karena ban termasuk produk yg sulit diurai oleh bumi.

Untuk mengatasi problem ini, sejak 2015, perseroan produksi produk-produk yg memanfaatkan ban, seperti tempat duduk, tempat sampah, keset, dan lain-lain.

“Selain itu, perseroan juga mengunakan bahan kimia yg ramah lingkungan dalam memproduksi ban, yakni non-aromatic oil. Bahan ini tak sebabkan polusi. Paling tak kita berkontribusi mengurangi polusi,” ucapnya. Dalam setahun, Gajah Tunggal memiliki kapasitas produksi ban 16,5 juta ban kendaraan penumpang.
Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply