Pajak Berdasarkan Emisi, LCE, Dan Euro IV Tak Bisa Dipisah

By | December 6, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Setidaknya ada tiga ”mimpi” pemerintah buat merekayasa peraturan agar kendaraan bermotor di Indonesia makin ramah lingkugan. Ketiganya bakal menjadi sesuatu kesatuan yg seharusnya tak dapat dipisah alias berjalan seirama.

Tiga mimpi itu adalah menerapkan aturan pajak berdasarkan emisi gas buang, skema subsidi produksi mobil berdasarkan emisi karbon yg rendah (Low Carbon Emission/ LCE), dan menaikkan standar emisi gas buang setara Euro IV.

Bahkan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, menyampaikan bahwa paling tidak, LCE dan Euro IV harus meluncur bersamaan.

”Semua harus pararel, di sesuatu sisi kalian milik komitmen di COP21 (Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Paris) berupa Carbon Tax dan Euro4, tetapi juga kita harus bersaing di sisi industri (LCE). Nanti kalian kombinasikan,” ujar Putu dalam sebuah kesempatan, belum lama ini.

Ketersediaan Bensin
Intinya, dalam hal ini, segala aturan dan program tersebut memang harus menunggu ketersediaan bensin yg mendukung, dalam hal ini sesuai standar Euro4. Ditanya soal ini, Putu pun melemparnya kepada Pertamina.

”Urusannya sama Pertamina. Mereka bilang, kilang sedang direvitalisasi, paling cepat 2023. Tapi kan pak Wapres dalam pameran mobil menyampaikan Pertamina harus pikirkan suplai melalui impor. Di sisi lain, Pertamina bilang, kalau impor, seberapa besar dan distirbusi di daerah mana?” ujar Putu.

Dia melanjutkan, ketika ini pihaknya bakal meminta Gaikindo menghitung, kira-kira yg mulai lebih banyak pakai bensin Euro IV berada di daerah mana saja. Ini mulai memudahkan Pertamina bagi menyediakan semacam distribution channel agar cepat memakai bensin macam ini.

Kompleks
Dalam kesempatan yg berbeda, Yan Sibarang Tandiele, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian menambahkan, program LCE diimplementasikan terlebih dahulu. Tujuannya, mendorong  industri otomotif mempersiapkan diri sebelum menuju kepada pemberlakuan pajak berdasarkan emisi karbon.

”Namun, program tersebut (LCE) harus didukung dengan ketersediaan bahan bakar yg sesuai, agar mampu dihasilkan emisi CO2 yg rendah. Akibat dari pemberlakuan pajak CO2 adalah, mobil yg emisinya rendah mulai dikenakan pajak yg lebih rendah pula,” ujar Yan, (15/11/2016).

Cukup kompleks memang, mirip candaan ”telur dan ayam”, mulai susah menentukan mana duluan. Namun apa pun itu, apresiasi perlu kalian berikan bagi pemerintah agar langsung mengubah status wacana menjadi peraturan baku.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply