Pasar Ban Gajah Tunggal Di Amerika Serikat Menggembirakan

By | October 21, 2016

Diskon RP 350,000 cuma di Pergi.com Pabrikan ban terbesar di Asia Tenggara yang berasal Indonesia, PT Gajah Tunggal Tbk, mendapat berkah di pasar ban Amerika Serikat tahun ini. Berkah itu berupa kebijakan antidumping yg diterapkan pemerintah Amerika Serikat (AS) kepada produk ban dari China. Akibatnya, produk ban dari China tak dapat masuk ke pasar Amerika.Pasar ban kita di semester I tahun ini baik, yg ditopang pertumbuhan pasar ekspor, terutama pasar Amerika Serikat yg tinggi, akibat pengenaan kebijakan antidumping terhadap ban Cina. Akibatnya, pasar yg ditinggalkan ban China diisi oleh produk negara lain, antara yang lain ban produk Gajah Tunggal,” kata GM Sales & Retail Gajah Tunggal Arijanto Notorahardjo, menjawab Merdeka.com, usai peresmian Taman Diponegoro di Salemba, Jakarta, yg dibangun oleh Gajah Tunggal, Kamis (20/10) sore.Peresmian Taman Diponegoro-Gajah Tunggal itu dikerjakan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Turut hadir pula Presiden Direktur Gajah Tunggal Budhi Santoso Tanasaleh dan jajaran direksi, para pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan lain-lain.Menurut Arijanto, pasar Amerika Serikat sangat penting, karena porsinya terbesar terhadap penjualan ekspor perseroan. Dari 85 persen pasar ekspor ban Gajah Tunggal, sekitar 70 persen tiba dari pasar Amerika Serikat.Saat ini kapasitas produksi ban kendaraan penumpang Gajah Tunggal mencapai 16,5 juta unit per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen dipasarkan ke luar negeri alias ekspor. Jadi cuma sekitar 15% yg dipasarkan ke domestik.Sementara produksi ban kendaraan niaga sebanyak 4,2 juta unit per tahun, tetapi seluruhnya buat pasar domestik. Sedangkan ban buat sepeda motor kapasitas produksinya 31 juta unit per tahun.Secara umum, kata dia, pasar ban telah pulih di Tanah Air. Khusus pasar ban Gajah Tunggal sendiri, kondisinya ditolong oleh pasar ekspor yg mendominasi penjualan. Karena itu, perbaikan pasar ban ini selalu berlanjut hingga akhir tahun ini dan tahun depan (2017).”Kami optimistis pasar ban 2017 lebih bagus dari tahun ini. Kami melihat dua program pemerintah berhasil, seperti tax amnesty, pembangunan infrastruktur, serta penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS,” pungkasnya.Baca juga:
UD Truck Quester produksi Indonesia miliki ASEAN Content 40 persen
Penggemar modifikasi mobil Medan ditantang Datsun Indonesia
Pelumas anyar Pertamina Enduro Synthetic Oil meluncur di IMOS 2016
Suzuki Ertiga tawarkan DP murah Rp 15 Jutaan
Daihatsu mulai sponsori lagi Turnamen Bulutangkis Astec Open

Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply