Pemerintah Dukung Industri “Aftermarket” Lokal

By | February 25, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Beberapa pengusaha aftermarket otomotif merasa pemerintah kurang peduli pada perkembangan bisnisnya. Hal pertama yg menjadi pokok bahasan mengenai tingginya bea masuk barang bagi masuk ke pasar Indonesia.

Menjawab anggapan itu, Yan Sibarang Tandiele selaku D‎irektur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, menyampaikan bahwa sebenarnya selama ini pemerintah telah memberikan perhatian dan kemudahan.

“Kita itu telah ada skemanya, hanya harus ada fasilitas yg terpenuhi. Katakanlah seperti bea masuk, sebenarnya telah ada tetapi dalam impor bahan baku bagi produksi,” ucap Yan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Menurut Yan, industri aftermarket belum begitu kuat di hulu atau dalam penyediaan bahan baku. Sedangkan keringanan dari pemerintah sampai ketika ini masih dalam tahap bahan baku dan belum menyentuh impor barang utuh.

Baca : Lampu Hijau Pemerintah buat Industri “Aftermarket”

“Keringanan bahan baku kalian berikan kepada entitas yg sah dan mampu dipertanggungjawabkan, atau jelas izin usahanya. Kalau bagi perorangan tak mungkin,” kata Yan.

Standarisasi SNI

Ghulam/Otomania Tulisan timbul yg tertera pada pelek Chemco asli.


Ketika ditanya mengenai apakah komponen atau barang aftermarket yg masuk wajib memiliki lebel Standar Nasional Indonesia (SNI), Yan menjelaskan hal terseut telah jelas masuk dalam kriteria kewajiban.

“SNI itu menyangkut beberapa hal, pertama memastikan bahwa produk itu aman, ramah lingkungan dan manusia. Kedua standar itu mampu dijadikan sebagai tools bagi memberikan perlindungan terhadap industri dalam negeri. Kita berlakukan produk itu harus memiliki SNI, maka produk sejenis yg masuk ikut aturan SNI,” papar Yan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com