Pemerintah Sudah Cukup Baik Buat Para Perakit Lokal

By | December 7, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Pemerintah telah membuka pintu selebar-lebarnya bagi merek-merek mobil agar tertarik merakit produknya di Indonesia. Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian mengaku telah cukup baik untuk para pemain otomotif dengan memberlakukan skema insentif.

Soal kemudahan dan subsidi agar makin menarik minat merek-merek yg biasa impor bagi merakit di dalam negeri, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, mengaku telah dilakukan.

”Sudah cukup banyak (insentif). Buktinya, melalui insentif yg kalian buat, BMW nambah lagi, mereka merakit mobil khususnya luxury car. Pemerintah telah memberi jalan cukup banyak (agar menarik minat merek merakit lokal,” ucap Putu, belum lama ini, di Jakarta.

Tiga Skema
Dia pun menjelaskan bahwa ada tiga skema yg mampu dipilih merek bagi merakit lokal. Pertama, Completely Knocked Down (CKD). Semua komponen yg telah dipreteli di negara yang berasal dirakit kembali di Indonesia, hingga menjadi mobil baru.

Naik lagi, ada pilihan yg namanya Incomplete Knocked Down (IKD). Mirip dengan CKD, namun ada komponen yg diproduksi secara lokal. Kemudian pilihan lain, adalah disebut Part by Part, di mana sebagian besar komponen telah produksi lokal.

Putu menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat memaksakan merek-merek mobil buat menggunakan jalur yg mana, karena masing-masing pilhan ada insentifnya. ”Makin tinggi mereka memakai komponen produksi dalam negeri, biaya masuk semakin rendah,” kata Putu.

Misalnya, LCGC, adalah aturan yg telah termasuk part by part. Komponen yg diimpor ke Indonesia hanya kena tarif biaya masuk 0-5 persen. Kalau IKD dikenakan tarif masuk 3-7 persen. Sedangkan CKD kena tarif 10 persen.

”Insentifnya dari sana. Sudah cukuplah itu (untuk merek-merek memanfaatkan sebagai keuntungan),” ucap Putu.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply