Prasangka Kartel Yamaha-Honda Bisa Bikin Investor Kabur

By | December 28, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Dugaan kartel Yamaha dan Honda di Indonesia oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) milik implikasi berat untuk kemajuan industri. Jika statusnya selalu mengambang mampu bikin investor kabur.

Menurut mantan Ketua KPPU Sutrisno Iwantono, KPPU harus hati-hati berhadapan dengan perkara seperti ini, terutama dengan perusahaan yg telah go public. Pria yg pernah menjabat pada 2002 – 2003 dan 2004 – 2005 itu menjelaskan perusahaan tertuduh kartel mampu drop di pasar modal.

“Kalau kebetulan perusahaan itu ada di pasar modal yg dirugikan investor, pemilik atau yg beli-beli saham, selain yg bersangkutan. Reputasinya turun pasti,” kata Sutrisno, dalam Diskusi Pasang Surut Industri Otomotif di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

“Oleh karena itulah, kalau kami menangani yg seperti itu jangan ribut dahulu karena dampak reputasi buat bisnis itu luar biasa. Lebih baik diam, diteliti dengan benar, saat telah putusan baru dibicarakan. Sehingga tak menimbulkan kegaduhan yg menyebabkan investasi asing itu menjadi takut bagi masuk ke sini,” papar Sutrisno.

Dia mengaku tak tahu persis kedalaman alat bukti yg dimiliki KPPU untuk menjerat Yamaha dan Honda, meskipun begitu dikatakan satu yg sifatnya bertepuk sebelah tangan itu belum dapat dijadikan bukti kesepakatan.

AISI

Ketua Umum Asosasi Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata tetap menyampaikan tak ada kartel dari anggota. Saat ini AISI menaungi anggota yg terdiri dari Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki, dan TVS.

Gunadi merasa ada usaha buat menggiring opini masyarakat terkait dugaan kartel. Menurutnya keadaan pasar di dalam negeri masih mampu dikendalikan, tapi mampu rumit mengatasi pasar ekspor. Tahun ini anggota AISI mengekspor sampai 300.000 unit dan itu dapat bermasalah seandainya Yamaha dan Honda dicap kartel.

“Logikanya kalau pasar ini sama, itu baru kemungkinan ada perjanjian jahat buat memanipulasi pasar. Sebelum ini antara Yamaha dan Honda pasarnya mirip-mirip. Yamaha itu sekarang pasarnya cuma setengah Honda, apakah itu berarti ada perjanjian, apakah ini persekongkolan jahat menguasai pasar. Logikanya bagaimana?” kata Gunadi.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply