Regulasi Pencahayaan Lampu Kendaraan Kurang Sosialisasi

By | October 28, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Baru-baru ini penggunaan lampu aftermarket seperti High Intensity Discharge (HID) dan Light-Emitting Diode (LED) kembali menjadi viral yg dianggap membahayakan. Melalui postingan Facebook Bahri Shohibul di Persatuan Supir Truk Indonesia, meminta pengertian para pengguna sepeda motor dan mobil pribadi yg memakai lampu putih karena sorotan sinar dianggap menyilaukan pandangan mereka.

Baca : Lampu Putih Silau Dapat ”Perlawanan” dari Sopir Truk

Fenomoena ini sebenarnya bukan hal baru, dua kecelakaan pun telah pernah terjadi akibat hilangnya visibilitas pengendara saat disoroti sinar lampu yg terlalu terang. Menyikapi hal ini, Jusri Pulubuhu selaku Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) menjelaskan bahwa sinar lampu yg berlebihan memiliki potensi membahayakan pegendara lain.

“Daya pancar dan kekuatan sinar lampu masuk dalam konteks keselamatan berkendara, kontribusinya sangat berperan pada kualitas visibilitas seseorang. Penggunaan lampu yg melebihi atau terlalu silau wajib dikontrol karena selain menggangu mampu membuat celaka,” ucap Jusri ketika dihubungi Unilinkrc.info, Rabu (26/10/2016).

Baca:Kadar Pencahayaan Kendaraan Bermotor Ada Aturannya

Menurutnya, secara regulasi ia belum mengetahui dengan jelas apaka Indonesia memiliki aturan atau tidak. Meski pun ada, hingga ketika ini pun dirasakan sangat kurang sekali sosialisasinya.

“Saya kurang tahu apakah di Indonesia milik regulasi yg jelas, kalaupun ada kenapa tak pernah ada pembahasannya dan tak familiar sekali. Harusnya pihak terkait menegaskan karena ini masuk dalam kategori road safety,” kata Jusri.

Harusnya, lanjut Jusri, bila memang aturan belum berjalan dengan baik sesama pengguna jalan wajib memiliki etika. “Mereka juga pasti merasakan hal yg sama saat ada kendaraan yang lain yg begitu (menggunakan lampu terang), saling menghormati saja, tetap ada etika,” kata Jusri.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply