Salah Kaprah Ganti Oli Motor

By | August 31, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Ganti oli telah menjadi rutinitas untuk pemilik sepeda motor. Tampaknya memang remeh dan mampu dikerjakan siapa saja. Tapi, ada hal-hal yg harus diperhatikan terkait dengan cara dan efeknya seandainya tak dikerjakan dengan benar.

Unilinkrc.info kembali diingatkan oleh Sulaiman, mekanik bengkel sepeda motor Honda di Jl Radin Inten-RS Soekanto, Jakarta Timur, bahwa banyak orang salah kaprah, yg ternyata justru membawa efek buruk buat sepeda motor.

Berikut ini adalah dua hal yg perlu diperhatikan dalam mengganti oli sepeda motor:

1. Tidak menyemprot lubang oli mesin dengan udara bertekanan tinggi. Ini kadang dikerjakan banyak bengkel, dengan maksud agar pelumas di dalam mesin cepat keluar. Ternyata ini salah kaprah.

”Kalau disemprot kencang, kotoran yg terdapat di filter oli tersebar ke area mesin. Memang yg mulai menetes lebih banyak, tetapi lebih dianjurkan agar didiamkan saja sampai habis,” kata Sulaiman, (26/8/2016).

2. Ganti ring oli setiap membuka pembuangan oli. Hal ini dimaksudkan buat menghindari kebocoran pada ketika pemasangan kembali baut oli.

3. Jangan membuka baut pembuangan oli pada ketika mesin masih dalam keadaan panas. Saat mesin masih panas, atau baru saja berhenti, baut yg terdiri dari komponen besi masih dalam kondisi memuai. Jika dipaksa buat dibuka, ulir baut mulai cepat rusak.

4. Setelah benar cara mengganti olinya, saran yg yang lain adalah membersihkan filter oli setiap 12.000 km bagi membuang sisa kotoran yg terdapat pada mesin.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply