Separuh Nyawa Yamaha Bergantung Orang Yang Sensitif Harga

By | March 2, 2017

Jakarta, Unilinkrc.info – Di tengah keadaan pasar sepeda motor yg tengah lesu, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berusaha menggenjot penjualan lewat produk Skutik, terutama berkapasitas mesin kecil.

Pada masa-masa seperti ini, semakin banyak konsumen yg sensitif harga, memilih banderol paling murah, dan itulah pasar terbesar, karena benar-benar gampang dijangkau.

”Motor low price masih menjadi massive model. Secara prosentase, mereka paling terjangkau, dan bagi kami, itu yg paling mudah dijual,” kata M Abidin, GM Aftersales and Public Relations YIMM, (1/3/2017), di Jakarta.

Abidin lantas membandingkannya dengan NMAX. Meski model ini tergolong laris, namun statusnya masih sendirian karena belum tersentuh kompetitor. Lagipula, segmen ini masih dapat dibilang niche bagi ketika ini.

”Kalau telah ada kompetitor yg sepadan, demand tercapai, nanti bakal jenuh. Seperti ’kasusnya’ Yamaha R15 saat masuk model-model pesaing lain,” kata Abidin.

Dalam keadaan seperti ini, sasaran Yamaha adalah justru orang-orang yg sensitif harga. Ketika mereka ditanya, model apa yg mulai dibeli, kebanyakan ada beberapa pertimbangan model. Saat ditanya dengan pertanyaan kedua, Abidin memperkirakan mereka bakal memilih salah sesuatu yg paling murah.

Cerminan itu ada pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Januari 2017 lalu. Model-model Skutik entry level jenis Mio M3 dan Mio Z masih mendominasi. Sementara Fino dan X-Ride menjadi penyokongnya.

Sumber: http://otomotif.kompas.com