Suara Klakson “Telolet” Tidak Melanggar Aturan

By | December 22, 2016

Jakarta, Unilinkrc.info – Tren pemakaian klakson telolet pada bus angkutan umum, menurut Ketua I DPP Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Kurnia Lesani Adnan, tak dapat dibendung. Selain karena ada rasa kebanggaan pengemudi memilikinya, suara yg dihasilkan dikatakan tak melanggar aturan yg berlaku.

Kurnia menjelaskan Organda tak melarang penggunaan klakson telolet. Namun, dianjurkan kepada pada sopir agar tak meladeni seluruh permintaan “pemburu” klakson telolet. Belakangan ini masyarakat banyak yg meminta sopir membunyikan klakson di jalanan, rekaman videonya telah viral di dunia maya.

“Tidak ada larangan sama sekali. Tapi kita pernah ukur dB (desibel)-nya , di bawah aturan,” jelas Kurnia.

Baca: Klakson Telolet Sudah Eksis sejak 5 Tahun lalu

Suara klakson pada kendaraan bermotor diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Pada pasal 64 diterangkan, klakson yaitu salah sesuatu persyaratan kendaraan laik jalan.

Selanjutnya, aturan tentang suara klakson tertera pada pasal 69 yg bunyinya, ”Suara klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf f paling rendah 83 (delapan puluh tiga) desibel atau dB (A) dan paling tinggi 118 (seratus delapan belas) desibel atau dB (A).

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply