Taksi “Online” Amerika Cenderung Diskriminatif

By | November 17, 2016

Washington, Unilinkrc.info –  Moda transportasi yg sedang populer belakangan ini, taksi online (Uber dan Lyft, dianggap memiliki potensi melakukan diskriminasi. Khususnya pembatasan buat penumpang berkulit berwarna (African American), dan mengubah rute bagi perempuan, sehingga menaikkan tarif.

Studi mengenai sikap dan perilaku pengemudi ini, dikerjakan oleh dua peneliti dari Universitas Washington dan Institut Teknologi Massachusetts. Mereka mengambil sampel dari 1.500 perjalanan pada masing-masing layanan seperti Uber, Lyft, dan Flywheel, mengutip Caranddriver, Rabu (16/11/2016).

Para peneliti mengatakan, kalau pria dengan nama yg terdengar Afrika lebih tidak jarang ditolak, beberapa kali lebih banyak dari penumpang dengan nama yg dianggap mencirikan Amerika (kulit putih). Bahkan penumpang pria di salah sesuatu wilayah Amerika tiga kali lebih tidak jarang ditolak, seperti nama Darnell, Kareem, dan Rasheed.

“Ini mampu menjadi bukti kalau penumpang Afrika-Amerika menerima pelayanan yg buruk, dibanding penumpang berkulit putih. Namun, sulit menyampaikan sopir melakukan diskriminasi, karena pastinya mulai ada banyak alasan, mengapa driver menolak atau membatalkan perjalanan, atau juga memilih rute tertentu,” kata Don MacKenzie, profesor dari Universitas Washington.

Pihak Uber menanggapi positif hasil penelitian yg dikerjakan oleh beberapa Universitas. Meski menyangkal secara halus, namun Uber berkomitmen mulai selalu melakukan pelayanan terbaik.

“Kami yakin Uber telah menolong mengurangi kesenjangan transportasi di segala sisi. Namun, penelitian seperti ini sangat menolong dalam berpikir tentang bagaimana kalian mampu berbuat lebih banyak dan positif lagi,” kata Rachel Holt, Regional General Manager Uber Amerika dan Canada.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply